Kesaksian Seorang Astronot Muslim Pertama di Dunia yang Lakukan Salat di Bulan

Bagi umat muslim menunaikan ibadah salat adalah suatu kewajiban yang harus di jalankan, dimanapun dan kapanpun.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sheikh Nuszaohar Shukor ketika di ruang angkasa 

TRIBUNJAMBI.COM - Bagi umat muslim menunaikan ibadah salat adalah suatu kewajiban yang harus di jalankan, dimanapun dan kapanpun.

Bahkan ketika melakukan perjalanan panjang seseorang harus menyempatkan diri untuk melakukan salat wajib.

Hal inilah yang menjadi dasar Sheikh Muszaphar Shukor, seorang astronotmuslim asal Malaysia yang disebutkan adalah orang pertama yang melakukan salat di bulan.

Dilansir melalui Wired, Shukor mungkin bukanlah seorang muslim pertama yang terbang ke bulan, namun ibadahnya ketika menjalankan misi adalah pertama kalinya.

Shukor tercatat sebagai seorang awak misi ke-16, tahun 2007 untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional, sebelum keberangkatan dirinya, sempat terjadi polemik mengenai arah kiblat yang menjadi panduannya untuk beribadah.

Shukor disebutkan adalah seorang muslim yang taat, sebelum menjalankan misi ia mempunyai masalah bagaimana ia akan menentukan arah ke Mekkah sebagai acuan ketika dirinya salat.

Baca: Mengerikan! Aksi Protes Pria ini Kelewatan, Tega Lempar Anaknya Sendiri dari Atas Bangunan

Bahkan ketika misinya ke ruang angkasa tersebut dilakukan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, akhirnya ISS (International Space Station)mengorbit 220 mil di atas permukaan Bumi.

Dalam sebuah wawancara Shukor juga menegaskan "Sebagai seorang Muslim, saya berharap untuk melakukan tanggung jawab saya".

Dalam misinya tersebut ia juga mendapat tantangan pertama sebagai seorang muslim untuk mengamati Ramadhan dari luar angkasa selama 10 hari.

Baca: Wanita Transgender Berpacaran dengan Pria yang Dulu Pernah Menolaknya Sewaktu Masih Jadi Lelaki

Setelah polemik yang disebutkan Shukor tersebut, Malaysia mengumpulkan 150 ulama dan ilmuwan saat itu dan menghasilkan buku berjudul 'Pedoman untuk Melakukan Ritual Islam di Stasiun Luar Angkasa Internasional'.

Dewan Fatwa Nasional Malaysia menyebutkan jika astronot tidak akan perlu berlutut ketika sholat dan berdoa, hal ini akibat jika ketiadaan gravitasi, selain itu di luar angkasa juga tidak akan ditemuai air karenanya tidak diperlukan wudhu sebelum melaksanakan sholat.

Setelah keberangkatan Shukor ke ruang angkasa rekaman yang menunjukkan dieinya tengah melakukan sholat beredar dan, luar biasa dia tercatatn sebagai muslim ke sempilan yang pergi ke luar angkasa.

Baca: Boy Wiliam Ajak Nagita Slavina Nyanyi Sambalado: Itukan Favoritnya Raffi Ahmad Tuh Ayu Ting Ting

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved