Angkutan Desa Enggan Mangkal di Terminal, Jalan Jadi Semrawut
Terminal angkutan desa (Akdes) sudah disediakan di Pasar Bawah Kota Bangko. Namun para sopir akdes di Kabupaten Merangin masih
Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Terminal angkutan desa (Akdes) sudah disediakan di Pasar Bawah Kota Bangko. Namun para sopir akdes di Kabupaten Merangin masih saja mangkal di pinggir jalan raya.
Banyaknya terminal bayangan tersebut, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Merangin kewalahan. Sebab terminal menjadi sepi, sementara di pinggir jalan raya menjadi semrawut.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dishub Merangin, Syafrani ditemui awal pekan ini. Ia mengatakan, telah mengarahkan para sopir akdes untuk mangkal di lokasi terminal yang telah disiapakan.
Baca: Tunggakan Listrik di Tanjabtim Lebih Rp 1 Miliar, Masih Banyak yang Gunakan Pascabayar
“Telah kita siapkan terminal di pasar bawah. Tapi masih ada saja oknum sopir yang membandel,” kata Syafrani.
Alasan para sopir ujarnya, karena di terminal sepi penumpang. Padahal ujarnya, jika mereka tetap mangkal di terminal, penumpang juga akan ke terminal untuk mencari tumpangan.
“Kata mereka tidak ada penumpang di sana (terminal resmi). Sebab penumpangnya sudah biasa mangkal di terminal bayangan,” jelasnya.
Untuk menyikapi persoalan ini lanjutnya, pihaknya telah koordinasi dengan para sopir. Pihaknya berencana akan memindahkan tempat mangakal akdes ke pasar rakyat minggu depan.
“Jika mereka tetap tidak mau mangkal di terminal pasar bawah, rencana tempat mangkal mereka kita alihkan ke pasar rakyat,” sebutnya.
Terpisah beberapa orang sopir akdes ditemui mengatakan, terpaksa melanggar peraturan yang telah ada. Sebab jika tidak mereka akan merugi karena tidak ada penumpang yang berada diterminal.
Baca: Fachrori Umar Buka Rakerkesda Provinsi Jambi 2018, Menkes RI Dialog dengan Peserta
Baca: BREAKING NEWS: Puluhan Orang Geruduk Kantor Walikota Sungai Penuh
Para sopir menyebutkan, sepinya penumpang di terminal karena masyarakat telah terbiasa menunggu angkutan di pinggir jalan.
“Sebenarnya kami mau ikut apa kata pemerintah. Tapi semua angkutan harus mangkal semua di terminal, jangan ada lagi yang mangkal di luar terminal,” ucapnya mereka
“Kalau tidak nanti kami merugi, karena penumpang tidak mau masuk terminal. Kalau kami dak narik macam mano kami nak makan,” pungkas para sopir.