Kesehatan
Menstrual Cup yang Lagi Tren Digunakan Saat Haid, Tak Disarankan bagi Perawan. Kenapa?
Haid atau menstruasi merupakan salah satu bagian dari kehidupan wanita usia reproduksi. Untuk menampung cairan haid
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - Haid atau menstruasi merupakan salah satu bagian dari kehidupan wanita usia reproduksi. Untuk menampung cairan haid, wanita dapat menggunakan beberapa jenis alat seperti pembalut, tampon, ataupun menstrual cup. Untuk menstrual cup yang kini kembali menjadi tren, amankah digunakan oleh wanita dengan vagina perawan?
dr. Reza Fahlevi dari website Klikdokter.com mengulas tentang menstrual cup dan efek penggunaannya bagi wanita yang masih perawan pada Minggu (8/4) pukul 14.46 WIB. Ulasan itu diunggah kembali ke akun klikdokter.com, Senin (9/4) pukul 22.30 WIB.
Baca: 2030 Indonesia Masuk 10 Negara Terkuat Ekonominya
"Hal ini adalah salah satu yang sering menjadi pertanyaan bagi para wanita, terutama wanita yang masih perawan," ujar dr. Reza.
Untuk menjawab pertanyaan ini, yuk bahas terlebih dahulu mengenai keperawanan serta penggunaan menstrual cup. Simak ulasan dibawah ini.
Secara tradisional, perawan diartikan sebagai wanita yang masih memiliki selaput dara yang utuh. Selaput dara pada wanita merupakan jaringan tipis pada vagina dengan ukuran dan bentuk yang berbeda-beda antara satu wanita dengan wanita lain.
Selaput dara memiliki lubang, sehingga memungkinkan darah dari rahim keluar saat terjadi menstruasi.
Masyarakat umum beranggapan hilangnya keperawanan hanya terjadi saat melakukan hubungan seksual pertama kali, yaitu saat masuknya penis ke dalam vagina dan ditandai dengan keluarnya darah setelah robeknya selaput dara.
Baca: Hotel Novita Jambi Kebakaran - Sudah Dipadamkan, Titik Api Baru Muncul Lagi
Baca: M. Fauzi Imbau Perhatian Layanan Umum, Manajemen K3 Benar-benar Diperhatikan
Tetapi sebenarnya, berbagai aktivitas fisik berat seperti naik sepeda, berolahraga berat, memasukkan jari atau benda asing ke dalam vagina, atau kecelakaan seperti jatuh juga dapat menyebabkan robeknya selaput dara.
"Tidak adanya darah saat pertama kali melakukan hubungan seksual lantas juga bukan berarti wanita tidak lagi perawan. Karena ada jenis selaput dara yang bersifat elastis dapat menyebabkan seorang wanita tidak mengeluarkan darah saat pertama kali melakukan hubungan seksual," ujar dr. Reza.
Penggunaan menstrual cup
Penggunaan menstrual cup saat menstruasi pada wanita Indonesia belum terlalu populer. Sebagian besar wanita Indonesia lebih memilih menggunakan pembalut saat sedang menstruasi. Dengan adanya tren menstrual cup ini, wanita pun berbondong-bondong untuk mencobanya.
Menstrual cup merupakan penampung cairan haid yang terbuat dari bahan elastis dan berbentuk seperti mangkuk atau cawan. Saat menstruasi, menstrual cup dimasukan ke dalam vagina melalui lubang vagina dengan cara menguncupkan permukaan menstrual cup yang elastis.