Tahun Ini Jalan Layang Simpang Tugu Juang-Mayang Jambi Digeber

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Sejak diwacanakan sekitar tahun 2012, pembangunan jembatan layang di Simpang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Sejak diwacanakan sekitar tahun 2012, pembangunan jembatan layang di Simpang Mayang, Jalan A Bakarudin, Kota Jambi tak kunjung terwujud. Namun, tahun ini proyek tahun jamak tersebut bakal segera dimulai.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Harry Andria memastikan hal itu. Kepastian itu setidaknya tampak dari dana yang sudah dianggarkan di APBD Provinsi Jambi tahun 2018.

Harry memastikan bahwa pembangunan tetap dimulai tahun 2018 ini dengan sistem multy years atau tahun jamak. “Dan ini ditargetkan akan selesai selama dua tahun atau sekitar 700 hari kalender,” katanya kemarin.

Ia mengatakan, belum dimulainya pembangunan dikarenakan beberapa hal. Di antaranya masih menunggu hasil asistensi Detil Engineering Design atau DED teknis oleh Kementerian PUPR.

"Kalau memang sudah keluar hasilnya nanti, dan ada pernyataan, kita mulai bicarakan soal lalu lintas di sana, lalu persiapan pelaksanaan," kata Harry.

Untuk membangun jembatan yang difungsikan untuk mengurai kamacetan ini, setidaknya akan menelan anggaran sekitar Rp 105 miliar. Namun untuk di tahun 2018 ini, anggaran baru digelontorkan sekitar Rp 45 miliar.

Untuk pelaksanaan di lapangan yang sebelumnya ada penolakan dari warga, Harry menyebut bahwa itu tidak masalah, sebab pembangunan jembatan layang ini tidak memakan lahan lahan luas.

"Dulu desainnya menggunakan dua tiang, karena ada penolakan diubah menjadi satu tiang. Jadi tidak perlu ada pembebasan lahan," jelasnya.

Meski demikian, hingga saat ini desain satu tiang yang diusulkan ke Kementerian PUPR juga belum disetujui. Kemungkinan kabar disetujui berbarengan dengan izin asistensi.

Terkait ini, Donny Ramly Ketua Bapedda Kota Jambi ditanya mengenai pembebasan lahan menyebutkan, pembangunan fly over atau jembatan layang tersebut merupakan proyek Pemerintah Provinsi Jambi.

"Semuanya provinsi yang mengurus. Terkait pembebasan lahan dan lain-lain dikembalikan ke pemprov meskipun wilayah kota,” sebutnya Jumat (30/3) malam.

Donny mengaku mendengar kabar bahwa DED proyek tersbeut lagi dibahas mengenai kelayakan teknisnya di Kementerian PUPR.

Pada Februari lalu, Donny saat dibincangi Tribun Jambi mengatakan, pemkot dan pemprov telah berkordinasi terkait pembangunan di ruas jalan utama tersebut. Katanya, panjang fly over dari simpang Tugu Juang hingga STM atas diperkirakan sekitar 2.000 meter.

Meskipun proyek pemprov, kata dia, Bappeda Kotas Jambi siap mendukung pembangunan di kota Jambi dengan cara yang efektif dan efisien.

Catatan Tribun, pada September 2017 Gubernur Jambi Zumi Zola juga menyampaikan penegasan bahwa proyek infrastruktur jalan layang itu akan dibangun pada tahun 2018. (zak/cda)

Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved