Kerangka yang Dikira Adalah Alien, Setelah Diteliti Ternyata Hasilnya Mengejutkan dari DNA-nya
Kerangka aneh yang ditemukan di sebuah kota tua di Chili bertahun-tahun menimbulkan tanda tanya ilmuwan.
Studi baru menyoroti serangkaian mutasi yang bertanggung jawab menjadikan spesimen mengalami cacat dalam perkembangannya.
Hasil studi itu yang diterbitkan beberapa waktu lalu dalam Genome Research.
Penelitian mengungkapkan terjadi anomali genetik.
Bukan hanya satu tetapi pada beberapa gen yang seharusnya bertanggung jawab untuk perkembangan tulang yang sehat.
Termasuk beberapa mutasi dan menghasilkan manifestasi fisik yang belum pernah tercatat terjadi sebelumnya seorang manusia.
Untuk penelitian ini, DNA diekstrak dari sumsum tulang belakang spesimen, dan karena kondisi aslinya, para peneliti mampu mengurutkan seluruh genom Ata.
Baca: 3 Merk Makanan Ini Mengandung Cacing Pita Menurut BPOM, Pakai Cara Ini untuk Pilih Produk
"Apa yang kami laporkan sekarang adalah mutasi spesifik yang kami pikir terkait dengan kondisi tidak biasa yang terlihat pada anak ini," Butte mengatakan pada Gizmodo.
“Kami mencari mutasi langka, mutasi yang benar-benar belum pernah kami lihat pada manusia lain yang telah diurutkan sejauh ini, dengan pemikiran bahwa itu pasti sesuatu yang sangat langka menyebabkan kondisi ini, yang benar-benar belum pernah diketahui sebelumnya," tambahnya.
Menurut analisis baru, Ata adalah seorang gadis, anak manusia keturunan Chili.
Tapi, dia sangat mungkin juga masih janin yang sedang berkembang ketika dia meninggal, meskipun dia menunjukkan komposisi tulang seorang anak berusia enam tahun.
Alasan untuk ini, klaim para peneliti, adalah bahwa Ata menderita gangguan tulang-penuaan yang langka.
Secara keseluruhan, para peneliti mengidentifikasi mutasi pada setidaknya tujuh gen yang, baik secara terpisah atau bersama-sama, berkontribusi pada karakteristik fisik Ata yang aneh.
Baca: Pukulan Kapolri di Beduk Merah Putih, Resmikan Masjid Darrusalam di Mapolresta Jambi
Termasuk malformasi wajah, kelainan bentuk tulang, dan dwarfisme (dikenal sebagai displasia skeletal).