Lilin Beraroma Justru Bisa Berdampak Buruk, Kenali yang Berbahaya, Ini Alternatifnya

Lilin ini sebenarnya adalah produk samping minyak bumi yang sangat beracun. Saat dibakar, lilin ini

Penulis: Nani Rachmaini | Editor: Nani Rachmaini
pixabay.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Lilin, terutama yang murah, biasanya terbuat dari lilin parafin.

Lilin ini sebenarnya adalah produk samping minyak bumi yang sangat beracun.

Saat dibakar, lilin ini melepaskan senyawa beracun ke udara, seperti toluena dan benzena.

Terlebih lagi, lilin wangi mengandung bahan kimia yang meningkatkan toksisitas ini yang disebut VOC (senyawa organik yang mudah menguap).

Ini termasuk formaldehid, senyawa karsinogenik yang memperburuk masalah pernapasan dan mengiritasi jaringan lendir di saluran pernafasan.

Hal ini juga menyebabkan mual, muntah, dan sensasi terbakar di mata. Lebih buruk lagi, senyawa ini terkait dengan gangguan kognitif.

Tidak mengherankan, ada peringatan bahwa "Penelitian telah menunjukkan beberapa lilin wangi menghasilkan asap yang dicampur dengan hampir sebanyak racun seperti yang dihasilkan oleh rokok."

"Sementara lilin parafin dan emisinya mungkin tidak akan mempengaruhi Anda," kata Dr Amid Hamidi dari South Carolina University.

"Tapi banyak yang menyalakannya setiap hari selama bertahun-tahun, atau sering menyalakannya di kamar mandi yang tidak berventilasi, misalnya, dapat menyebabkan masalah. . "

Aroma yang sebenarnya ditambahkan ke lilin tidak jauh lebih baik: "keharuman" yang digunakan pada lilin dan produk rumah tangga beraroma lainnya dapat mengandung hingga 3000 bahan kimia yang berbeda.

900 di antaranya diketahui beracun, dan beberapa justru dapat meningkatkan toksisitas bila digabungkan.

Lilin modern mengandung banyak kapas yang lebih aman. Jika Anda membeli lilin sebelum tahun 2003, segera buang produk yang terkontaminasi timbal itu.

Untuk memulai, lilin tidak boleh dibakar dalam waktu lama. Bacalah label lilin Anda untuk mengetahui apa yang sesuai.

Anda juga harus menghindari pembakaran di daerah berangin karena bisa menyebabkan nyala api yang lebih tak stabil.

Dr. Lisa Liberatore memperingatkan bahwa jika Anda melihat jelaga di sekitar wadah lilin, segera lepaskan.

Setelah meniup lilin Anda, Anda bisa membuka jendela dengan aman untuk mengeluarkan asap.

Sebelum menggunakan lilin Anda, pastikan sumbu dipangkas sampai 1/8 inci agar api tetap pendek dan hindari bekas hitam.

Alternatif Sehat

Jika Anda ingin mengisi rumah Anda adalah aroma yang indah, pilihlah dupa, bunga rampai alami, atau diffuser minyak esensial ultrasonik.

Anda juga bisa membuat semprotan ruangan dengan menaruh beberapa tetes minyak esensial dalam botol semprotan yang berisi air dan kocok sebelum digunakan.

Jika Anda ingin menggunakan lilin, pilih lilin lebah. Jika Anda benar-benar menginginkan lilin beraroma, pilihlah yang diinfus dengan minyak esensial. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved