Nasib Tragis Pria ini Diterkam Harimau Saat Hendak Bikin Sarang Walet!

Serangan harimau terhadap manusia kembali terjadi di Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Sabtu (10/3/2018), malam.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
net
20140614_harimau 

TRIBUNJAMBI.COM - Serangan harimau terhadap manusia kembali terjadi di Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Sabtu (10/3/2018), malam.

Baca: Candaan Hotman Paris ke Raffi Ahmad: Mudah-mudahan cerai, Balasan Raffi Malah Mengejutkan!

Baca: Ganja 4 Kg Dikirim Melalui Bus AKAP Disimpan di Jok Motor, di Jalan Pelaku Dipepet Anggota

Kali ini yang menjadi korban yakni warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Yusri Efendi (34).

Yusri diterkam harimau di Simpang Kanan Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Kejadian berlangsung pada Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 19.00 WIB.

Jenazah sudah disemayamkan di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. 

Penyerangan satwa liar yang menimbulkan korban jiwa itu berawal saat Yusri bersama temannya Rusli (41), Indra (26), dan Syahran (41) sedang bekerja membuat bangunan sarang burung walet di RT 038 Simpang Kanan Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil.

Baca: Wajib Tahu! Lebih Baik Hindari Menyantap Bagian ini Pada Tubuh Ayam Agar Hidup Anda Lebih Sehat

Baca: FOTO: Hujan Lebat Sehari, Banjir Genangi Kawasan Perkantoran Bupati Tanjabtim dan Pemukiman Warga

Setelah bekerja selama dua jam, mereka melihat harimau sumatera berada di bawah bangunan yang sedang dikerjakan.

Yusri Efendi (kanan) warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan tewas diterkam harimau di di Simpang Kanan Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten. Jenazah disemayamkan (kiri) di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti.
Yusri Efendi (kanan) warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan tewas diterkam harimau di di Simpang Kanan Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten. Jenazah disemayamkan (kiri) di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti. (Tribun Pekanbaru/Johanes)

"Informasi yang kami peroleh, mereka terkejut dan menunggu hingga harimau itu pergi dari sekitar lokasi pekerjaannya," beber Kepala Polsek Teluk Meranti, Iptu Edy Harianto, kepada tribunpelalawan.com, Minggu (11/3/2018).

Selanjutnya sekitar pukul 18.25 WIB, korban dan para saksi memastikan bahwa binatang buas itu tidak ada lagi di bawah bangunan dan diperkirakan sudah menghilang.

Mereka turun ke bawah dan hendak pulang ke rumah tempat menginap.

Baca: Tante Jahat! Tega Rudapaksa Ponakannya Sendiri dengan Menakuti Gunakan 2 Benda ini

Baca: Pemprov Beri Sinyal Peringatan pada Management Ratu

Setelah berjalan sejah 250 meter dari bangunan walet, tiba-tiba harimau sumatera tersebut muncul dari arah depan.

Mereka terkejut berlari menyelamatkan diri.

Setelah suasana tenang, para saksi memanggil nama masing-masing sambil bersahutan.

Ketika nama korban dipanggil tidak ada jawaban meski sudah berkali-kali. Mereka sempat mencari korban tapi tidak ketemu.

Akhirnya para saksi meminta pertolongan kepada warga Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang.

Para saksi berhasil dievakuasi masyarakat dengan menggunakan perahu kecil.

Selanjutnya para saksi bersama dengan warga berusaha mencari korban.

Baca: Begini Perlakuan Jamaah di Aceh ke Ustaz Abdul Somad Agar Tidak Terlambat Datang, Tidak Disangka!

Baca: Lagi Live Instagram, Ekspresi Muka Syahrini Mendadak Berubah Saat Adik Sebut Inisial Pria

Sekitar pukul 19.30 Wib korban berhasil ditemukan di atas tanaman kumpai atau tanaman sejenis rumput yang terdapat di atas sungai dalam keadaan meninggal dunia.

Pada bagian tengkuk korban mengalami luka akibat terkaman harimau.

"Personil Polsek Pelangiran bersama dengan Tim BBKSDA Propinsi Riau melakukan oleh TKP dan membawa korban ke Klinik KPP Pulai PT.THIP untu dilakukan Visum," jelas Kapolsek Edy.

Dari hasil visum diketahui korban meninggal dunia karena mengalami pendarahan luka robek karena diterkam oleh harimau.

Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Desa Pulau Muda dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Kasus Jumiati

Sebelum Yusri Efendi (34) warga Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, juga ada Jumiati (33), yang jadi korban penyerangan harimau di Kecamatan Pelangiran Kabupaten Inhil.

Seperti diberitakan sebelumnya, seekor harimau menyerang Jumiati menyerangnya saat sedang berkerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State PT. THIP Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran Kabupaten Inhil, Rabu (3/1/2018) sekira pukul 10.00 WIB.

Jumiati sempat mencoba menyelamatkan diri.

Setelah bergumul selama 15 menit, binatang buas tersebut akhirnya mencengkram bagian belakang leher korban.

Jenazah Jumiati setelah diserang harimau di lokasi kerjanya.
Jenazah Jumiati setelah diserang harimau di lokasi kerjanya. (istimewa)

Harimau juga memakan paha korban, hingga akhirnya korban meninggal dunia di TKP.

Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra, S.I.K, M.H, melalui Kapolsek Pelangiran Iptu Muhammad Rafi mengisahkan, korban Jumiati bersama 2 orang rekannya Yusmawati (33) dan Fitriyanti (40) sedang melakukan pendataan pohon sawit yang terserang hama ganoderma.

Saat itulah ketiganya rekan kerja yang tengah syik bekerja tiba - tiba dikejutkan dengan kehadiran seekor harimau.

Baca: Wajib Tahu! Lebih Baik Hindari Menyantap Bagian ini Pada Tubuh Ayam Agar Hidup Anda Lebih Sehat

Baca: Terungkap Perselingkuhan Presiden Kennedy Lewat Surat Untuk Meyer, Begini Isi Surat Tersebut

Terkejut dengan kehadiran binatang buas itu, ketiga karyawati berusaha berlari menghindar dan meninggalkan lokasi keberadaan harimau sampai berjarak lebih kurang 200 meter hingga sang belang menghilang.

Namun dari arah depan harimau itu kembali muncul.

Jumiati dan kedua rekannya, mencoba menyelamatkan diri dengan memanjat pohon sawit berbeda.

Karena ketakutan, Fitriyanti terjatuh ke dalam lumpur dan langsung berhadapan dengan harimau.

“Tak disangka, harimau itu malah berlari dan melompati korban Jumiati, yang ada di atas pohon sawit. Kaki korban digigit, sehingga Jumiati terjatuh,” ujar Kapolsek mengisahkan. (Tribun Pekanbaru/Johanes)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved