Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Buronan Ini Sempat Bantu Polisi yang Nyasar di Kebunnya, Wah Kok Bisa?

Tersangka Sukir ditangkap di pondok di Desa Jirak, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (22/2/2018)

Tayang:
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Sempat buron hampir dua tahun, otak pembobolan SDN 32 Talang Ubi, Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sukirman alias Sukir (41), akhirnya berhasil diringkus Polsek Talang Ubi.

Baca: ASTAGA - Hidupkan Api dengan Bensin untuk Membakar Ikan, 2 Anak Noor Disambar Api

Baca: Link Lowongan Kerja BPJS Ketenagakerjaan: Ada Posisi untuk Semua Jurusan, Silakan Dicoba

Tersangka Sukir ditangkap di pondok di Desa Jirak, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kamis (22/2/2018) sekitar pukul 05.00.

Saat itu, petugas hendak pulang dari menangkap tersangka Anuar yang merupakan residivis kambuhan tak jauh dari kebun milik tersangka Sukir.

Petugas sempat tersesat dan bertanya kepada warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI ini. Kemudian tersangka Sukir menunjukan jalan keluar lokasi.

Baca: Lebih Memilih Full Day School

Baca: Pilih Wallpaper Motif Garis Horizontal Agar Terlihat Luas

Baca: Buka Wallpaper Dinding, Cukup Disiram dan Dikikis

Petugas tidak menyadari jika orang yang mereka tanyakan merupakan buronan. Namun, ada salah seorang petugas ingat dengan tersangka Sukir sehingga petugas langsung menangkapnya.

Begitu diinterogasi tersangka Sukir mengakui dan sesuai dengan Laporan Polisi (LP) bernomor LP/ B/ 112/ IV/ 2016/ Sumsel/ Res.M.Enim/ Sek.Tl.Ubi tertanggal 30 April 2016.

Aksi pembobolan sekolah itu dilakukan pada Jumat (29/4/2016) sekitar pukul 04.00. Dimana komplotan ini berhasil memggasak satu unit mesin genset, satu unit dispenser dan empat unit kipas angin.

Pihak sekolah baru mengetahui jika sekolah telah di bobol maling sekitar pukul 07.00. Ketika itu, salah seorang guru bernama Triono hendak mengajar.

Baca: Buka Wallpaper Dinding, Cukup Disiram dan Dikikis

Baca: Gara-gara Posting Kalimat Ini, Jessica Iskandar Dituding Warganet Pindah Agama

Baca: Tema Wallpaper Disesuaikan Kondisi Ruangan 

Begitu sampai di sekolah dan ingin masuk ke ruang guru ternyata pintu ruangan sudah terbuka dan kunci dalam keadaan rusak. Melihat itu Triono lalu masuk ke ruangan dan melihat kipas angin, mesin genset dan dispenser sudah hilang.

Kemudian Triono melaporkan kejadian tersebut kepada kepala sekolah dan kepala SDN 23 Talang Ubi melaporkan ke Polsek Talang Ubi.

Setelah lama menghilang, keberadaan tersangka Sukir tanpa sengaja diketahui, bahkan sempat menunjukan jalan keluar setelah petugas sempat tersesat.

Tersangka Sukir mengakui jika dirinya bersama dua rekannya telah membobol SDN 23 Talang Ubi. Ketika itu mereka berhasil membawa kabur mesin genset, dispenser dan kipas angin.

Baca: All New Honda CB150 Verza, Full Digital

Baca: Sakit Perut dan Langsung Pergi ke Dokter, Belum Sampai RS Sesuatu Keluar dari Perutnya

Baca: Pengakuan Blak-blakan Baim Wong Pernah Pakai Narkoba, Hingga Alasannya Berhenti

"Kami buka pintu sekolah itu pakai obeng. Karena memang, pintunya mudah dibuka. Barang-barang itu belum sempat dijual karena dua kawan aku sudah tertangkap. Makanya barang-barang itu kami kembalikan lagi," akui Sukir.

Kapolsek Talang Ubi, Kompol Suhardiman didampingi Kanit Reskrim, Ipda Nasron Junaidi mengatakan pihaknya sudah lama mencari tahu keberadaan tersangka. Namun, ternyata tersangka justru bisa ditangkap saat pihaknya menangkap tersangka lain.

"Kami tersesat dan bertanya jalan keluar dengan tersangka. Lalu tersangka menunjukan dan kami tidak tahu kalau orang itu buronan kami. Untungnya ada anggota kita yang ingat dan langsung kita tangkap. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut, pelaku dijerat pasal 363," jelas Suhardiman. (aww/*)

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved