Sarolangun Disiapkan Jadi Sentra Jagung, Kementerian Turun Beri Bantuan Untuk 60 Ribu Hektare

Kementrian Pertanian RI, melalui Dirjen Tanaman Pangan, akan memberikan bantuan untuk tanam jagung seluas 60 ribu hektare.

Sarolangun Disiapkan Jadi Sentra Jagung, Kementerian Turun Beri Bantuan Untuk 60 Ribu Hektare
TRIBUNJAMBI/TEGUH SUPRIYANTO
Johan Iswandi menemani Agus Gunawan melihat lokasi lahan pertanian jagung di Kelurahan Aur Gading 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kabupaten Sarolangun bakal jadi sentra pertanian jagung.

Kementrian Pertanian RI, melalui Dirjen Tanaman Pangan, akan memberikan bantuan untuk tanam jagung seluas 60 ribu hektare.

Hal itu diketahui saat staf Dirjen Tanaman Pangan, Kementan RI, Agus Gunawan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sarolangun, pada Sabtu (03/02) yang lalu.

Agus Gunawan mengatakan bahwa memang tahun ini Kementan menyiapkan paket bantuan budidaya jagung dalam skala besar.

"Tahun 2018 ini, alokasi bantuan tanam jagung untuk Kabupaten Sarolangun sebanyak 60 ribu hektare," katanya.

Ia juga menjelaskan bantuan paket tanaman jagung tersebut untuk bisa dimanfaatkan masyarakat Sarolangun.

Menurut Agus, jagung salah satu komoditi pertanian yang saat ini menjanjikan keuntungan. "Jadi ayo dimanfaatkan sebaik mungkin," ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Kelurahan Aur Gading, Johan Iswadi, mengajak para petani, khususnya petani pinggiran kota Sarolangun, di Kelurahan Aur untuk kembangkan komoditi jagung sebagai salah satu sumber pendapatan.

Menurutnya lahan pertanian di Kelurahan Aur Gading, dengan tekstur tanah lempung berpasir sangat cocok untuk komoditi jagung.

"Iklim juga cocok, jadi pengembangan jagung sangat mungkin di pinggir Kota Sarolangun, terlebih kelurahan Aur Gading masih memiliki lokasi yang cukup memadai," katanya.

Dalam bisnis pertanian, komoditi jagung juga sangat menguntungkan sebab harga jualnya saat ini baik, dan waktu tanam hingga panen yang hanya butuh waktu tiga bulan.

"Kalau partai besar bisa ditampung di sejumlah pabrik pengolahan jagung di provinsi tetangga, sedangkan untuk partai sedang pangsa pasar di Kota Sarolangun juga masih memungkinkan, karena permintaan jagung untuk pakan ternak juga sangat besar," terangnya. (*)

Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved