11 Poin Kronologi Meninggalnya Budi, Guru yang Tewas di Tangan Siswa 'Pendekar'
Tragedi siswa menganiaya gurunya hingga tewas mengguncang dunia pendidikan Indonesia. Pertama kalinya di Jawa Timur bahkan di Indonesia
"Kalau disentuh sedikit badannya, biasanya reflek seperti orang mau pencak silat," imbuh AM.
Sementara itu, Kapolres Sampang, Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Wardiman mengaku tidak tahu jika pelaku memiliki ilmu bela diri.
Bisa saja foto-foto yang beredar karena aksi iseng.
Budi sendiri belum melihat foto-foto aksi korban dalam ilmu bela diri.
"Kalau pelaku punya ilmu bela diri tentunya dibuktikan dengan tropi-tropi atau piagam penghargaan dalam sebuah kejuaraan," tuturnya.
Baca: Pusat Guyur Duit Rp 8,5 ke Jambi untuk Revitalisasi Pasar Tradisional
Kakak kandung pelaku, Su'ud juga menepis tudingan bahwa adik bungsunya punya ilmu bela diri.
Jika ada aksi dalam foto-foto yang sudah tersebar melalui media sosial, mungkin adiknya hanya senang mengoleksi kostum pencak silat.
"Setahu saya adik saya tak punya ilmu bela diri. Dia hanya senang olahraga futsal," ujar Su'ud.

Saat polisi masih irit bicara, Surya.co.id merangkum berbagai fakta kejadian yang mengungkap kronologi lengkap peristiwa itu berdasarkan keterangan berbagai sumber:
1. Waktu Kejadian
Berdasarkan laporan pihak berwajib, perkara terjadi sekitar jam 1 siang pada sesi jam terakhir.
2. Asal-Usul Pertikaian
Murid yang berinisial HI awalnya ogah mendengar materi yang disampaikan oleh Budi.
Bahkan, sikapnya menjadi-jadi dengan malah mengganggu teman-teman dengan mencoret-coret lukisan mereka.