Minum Kencing Unta Campur Susu Benarkah Obati Kanker? Ternyata Ini Penjelasannya

Adanya video tersebut membuat sebagian masyarakat bingung dan mempertanyakannya

Minum Kencing Unta Campur Susu Benarkah Obati Kanker? Ternyata Ini Penjelasannya
NET
Unta

Saat itu, WHO menasihati masyarakat untuk mengikuti akal sehat terkait kebersihan.

"Orang harus menghindari kontak langsung dengan binatang terutama unta, saat mengunjungi peternakan, pasar, atau area gudang di mana virus dapat berkembang. Hindari kontak dengan hewan yang sakit," tulis WHO dalam keterangan resminya.

Tak berbeda dari dua tahun lalu, akhir 2017 kemarin (22/12/2017) WHO melarang keras mengonsumsi kencing unta.

Focal Point IHR Nasional Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan satu kasus tambahan infeksi Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV).

Sabtu (2/12/2017), UEA telah menguji 10 unta yang memasuki wilayah Al AIn-Mezyad untuk pemeriksaan MERS-CoV. Dengan pemeriksaan lendir pada saluran pernapasan menggunakan teknik PCR (polymerase chain reaction), mereka mengidentifikasi protein khas virus penyebab MERS. Lima di antaranya positif.

"Infeksi dengan MERS-CoV dapat menyebabkan penyakit parah yang mengakibatkan tingginya angka kematian. Manusia terinfeksi MERS-CoV karena kontak langsung atau tidak langsung dengan unta dromedari (unta asal Arab Saudi)," tulis WHO dalam keterangan resminya.

"Masyarakat harus menghindari minum susu unta mentah atau air seni unta, atau makan daging yang belum dimasak dengan benar," tegas WHO.

Kini, negara dengan mayoritas muslim di dunia pun telah bergerak untuk memberi peringatan. Seperti yang dilakukan oleh Asosiasi Medis Islam Malaysia (Imam).

"Jika metode yang diklaim sebagai pengobatan lebih banyak ruginya daripada manfaatnya, maka itu dianggap haram dari perspektif Islam," kata kepala komite Fiqh Medis, Dr Ahmad Faidhi Mohd Zaini, seperti diberitakan Free Malaysia Today, Kamis (4/1/2018).

"Sekarang kita tahu bahwa mungkin kita bisa mengidap MERS-CoV karena unta, untuk itu kontak dengan unta harus dihindari," katanya.

Halaman
1234
Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved