Penangkapan 35 Kg Merkuri - Kapolres Sarolangun Belum Bisa Pastikan akan Digunakan Untuk PETI

Terkait penangkapan 35 kg merkuri oleh Polda Jambi, Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, melalui Kabag Ops. Kompol Agus Saleh

Penangkapan 35 Kg Merkuri - Kapolres Sarolangun Belum Bisa Pastikan akan Digunakan Untuk PETI
TRIBUNJAMBI/MUHAMMAD FERRY FADLY
Polda Jambi eskpos pengangkapan pemasok mercury ke pelaku PETI di wilayah Jambi, Selasa (6/12/2017). Pelaku diamankan Anggota Direktorat Kriminal Khusus Polda Jambi. 

Laporan wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Terkait penangkapan 35 kg merkuri oleh Polda Jambi,  Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, melalui Kabag Ops. Kompol Agus Saleh mengaku belum bisa memastikan apakah merkuri tersebut akan digunakan untuk aktivitas PETI di Sarolangun. Pasalnya,  pihak Polres Sarolangun belum mendapatkan informasi terkait tangkapan merkuri tersebut.

"Kita belum tahu, mau dibawa ke mana merkuri itu," katanya, Rabu (6/12).

Kendati demikian, lanjut Kabag Ops, pihaknya selalu berusaha untuk terus memberantas aktivitas PETI di Sarolangun, sebab tambang ilegal ini memiliki dampak yang besar pada lingkungan. Saat ini, Kapolres telah mengintruksikan pada jajaran Polsek Limun dan anggota Reskrim untuk menindaklanjuti surat yang disampaikan warga Lubuk Bedorong yang resah akibat aktivitas PETI.

Baca: Berdua dalam Lift, Cewek Ini Cepat-cepat Turunkan Celana. Kejadian Selanjutnya Bikin Melongo

"Minggu kemarin Polsek Limun dan anggota Reskrim turun, tapi sampai sekarang belum ada laporan. Katanya lokasinya cukup jauh membutuhkan 12 jam perjalanan untuk masuk ke dalam.  Tapi karena cuaca kurang bagus, kayaknya belum bisa sampai ke TKP, " katanya.

Agus juga mengatakan bahwa pemberantasan PETI menjadi tanggung jawab bersama. Pihak Polres terus bekerja sama dengan pemerintah, Kodim, dinas lingkungan hidup dan masyarakat untuk menghentikan aktivitas PETI.

"Dampak pada lingkungan besar sekali, pencemaran air. Kita pikirkan masa depan anak cucu, bukan kita saja," katanya.

Kapolres sebut Kabag Ops, juga terus mengimbau pada masyarakat bahwa aktivitas PETI melanggar Undang Undang dan bisa disanksi berat bagi pelaku.

"Pelaku melanggar pasal 161 Undang Undang No. 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batubara atau 480 ayat (1) ke 1 KUHP, ancamannya 10 tahun kurungan dan denda 10 miliar," terangnya.

Baca: Pulang Bekerja di Kebun, IRT di Tebo Ini Disergap dan Diperkosa di Rerumputan oleh Tetangga Sendiri

Baca: Saldo Tabungan Polisi di Tebo Ini Mendadak Bertambah Rp 45 Juta, Responnya Diapresiasi

Sabtu (2/12) lalu,  pihak Polres Sarolangun berhasil menangkap RK (43) di jalan Lintas Sumatera Km. 09 Depan RSUD Sarolangun.  Warga Bengkulu tersebut tertangkap tangan  membawa emas seberat 0,947 kg yang diduga hasil PETI dari Bathin VIII. 

"Kita terus melakukan upaya-upaya untuk menghentikan aktivitas PETI di Sarolangun," kata Agus Saleh.

Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved