Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Bak Teori Gunung Es, Korban Takut Melapor

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak begitu banyak yang terjadi. Namun, hanya sedikit yang melapor

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Nani Rachmaini
viddsee/viral4real
Ilustrasi. KDRT 

Disebutkan Albaert Pikri, ada banyak bahaya sosial yang mengancam masa depan anak. Secara garis besar, di antaranya adalah bahaya pedofil, pelecehan seksual, bully, LGBT, KDRT dan narkoba.

Dalam diskusi, juga menampilkan beberapa video kekerasan anak sebagai contoh materi. Bahaya-bahaya tersebut, menurutnya, terjadi di tempat-tempat yang dianggap steril atau bersih, aman dan nyaman dari gangguan tersebut.

"Seperti di mall, sekolah, bahkan pesantren sekalipun yang dianggap aman. Dari beberapa kasus yang kami tangani, bahkan, guru (pesantren) ada yang terlibat narkoba," paparnya.

"Di sekolah, juga terjadi bullying. Seperti contoh video siswa SMP yang mengalami kekerasan oleh senior-seniornya," imbuhnya.

Albert lanjutkan, bahkan pelakunya tak lain adalah orang yang dianggap terdekat. "Seperti ayah kandung, ibu kandung, saudara, teman dan lainnya," ucapnya.

Ia tambahkan, mahasiswa saat ini bisa menjadi harapan besar dalam partisipasinya untuk melindungi anak-anak generasi saat ini.

"Jika anak-anak sekarang bermasalah akan menjadi beban. Pemerintah pun juga turun tangan dalam hal ini. Namun tak bisa dilakukan sendiri. Juga harus bersama-sama dengan masyarakat, orangtua dan lainnya untuk memagari anak-anak dari bahaya tersebut," pungkasnya.

Diskusi yang bertema Partisipasi Dunia Usaha dan Perspektif Mahasiswa Terhadap Perannya Dalam Perlindungan Anak Indonesia ini turut mengundang mahasiswa dari berbagai kampus dan para pengusaha di Jambi. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved