KWH METER USANG

Anda Pakai Meteran Listrik Tua? Ini Beberapa Potensi Kerugian yang Bakal Dialami

Tapi dia mengakui bisa saja pengaruh sudah tua, sebab kwh meter berusia lebih dari 10 tahun berpotensi berputar lebih cepat

Penulis: tribunjambi | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUN JAMBI
meteran listrik yang sudah usang 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Manager PLN area Jambi, Haris Andika, mengakui memang banyak di Jambi KWH meter yang sudah selayaknya diganti.

Dia menyebut dari 450 ribu pelanggan di lima Kabupaten yang masuk dalam wilayahnya, ada 15 ribu KWH meter yang wajib diganti.

Haris Andika menyebut pergantian itu disebabkan beberapa faktor, mulai dari kerusakan fisik, kemacetan, dan usia KWH itu melebihi usia 10 tahun.

"KWH meter ini peralatan, bisa rusak, bisa macet atau kacanya buram terkena sinar matahari. Data dari kita ada lebih dari 15 ribu KWH yang harusnya diganti," kata Haris.

Terkait dengan sejumlah keluhan pelanggan yang merasa tagihannya membengkak lebih dari pemakaian yang seharusnya, Haris belum bisa memastikan karena KWH meter sudah tua.

Tapi dia mengakui bisa saja pengaruh sudah tua, sebab kwh meter berusia lebih dari 10 tahun berpotensi berputar lebih cepat dari yang seharusnya. “Bisa jadi karena sudah tua,” ucapnya.

Pihaknya melakukan pendataan setiap bulan ke rumah-rumah warga.

"Ada yang angkanya tidak bergerak lagi, ada yang sudah buram jadi susah dilihat petugas pemakaiannya. Itu masuk dalam KWH meter yang wajib pergantian," katanya.

Haris mengaku, pergantian KWH terbanyak disebabkan oleh usianya yang sudah lebih dari 10 tahun.

Namun, melihat jumlah yang usia tua terlalu banyak, Haris bilang pihaknya prioritaskan KWH yang dipasang di bawah tahun 2000, atau berusia 17 tahun dan lebih.

"Karena jumlahnya terlalu banuak maka kita prioritaskan yang tahun 2000-an ke bawah," ujarnya.

Haris mengatakan, KWH yang sudah berusia 10 tahun tentu tidak akan bekerja dengan optimal lagi.

Baca: EKSKLUSIF: Pemakaian Listrik Cuma Sedikit Tapi Tagihan Selangit

Baca: Herdi Bingung, Kok Tagihan Listrik Capai Rp 700 Ribu, Ternyata Ini Penyebabnya

Akhirnya akurasi pembacaan meteran pun tidak akurat.

"Pasti ada dampaknya, bisa mutar lebih cepat dan bisa jadi mutar lambat, sehingga menyebabkan transaksi jual beli yang tidak tepat. Itu yang PLN hindari," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved