Suasana Mencekam, Sopir Bus Nyetir Sambil Teler! Selanjutnya Ini Yang Terjadi Pada Penumpang

Kemarahan Kepala PLT Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang membuncah ketika menangkap sopir BRT koridor 1 no lambung

Editor: rida
Facebook
ilustrasi bus 

"Kami langsung koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara. Kami lakukan tes urine malam itu juga," ujarnya, Minggu (22/10/2017).

Ade menggambarkan suasana mencekam dialami penumpang koridor I dengan operator PT Trans Semarang milik Direktur Tutuk Kurniawan.

Baca: Pernah Mengantar Jokowi ke KPU, Ini Harapan Sopir Bajaj Ditiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Kondisi sopir teler dilaporkan penumpang melalui hotline aduan yang ditempel di dalam bus.

Kejadian bus dari Mangkang menuju arah Penggaron sekitar pukul 14.40 WIB.

"Inti laporan sopir bus nyopir dalam keadaan mabuk atau teler. Dan rute bus keluar dari jalur trayeknya," kata Ade.

Saat laporan terdengar suara penumpang histeris bahkan ada yang menangis.

Lepas dari Jalan Piere Tendean, bus seharusnya ke shelter transit Pemuda, namun Putra malah masuk ke Thamrin dengan berjalan zig zag.

Dari Thamrin, bus masuk Jalan Tri Lomba Juang ke arah Pahlawan-Simpanglima-Pahlawan.

Putra lantas memaksa penumpang dan petugas tiket turun di Jalan Pahlawan.

Putra lantas membawa bus ke arah-Siranda-Elisabeth-Kawi-Sriwijaya.

Ade lantas berkoordinasi dengan control room Area Traffic Control System (ATCS) untuk melacak keberadaan bus.

Sempat terjadi aksi kejaran dengan petugas BLU Trans Semarang, akhirnya bus berhasil dihentikan di lampu lalu lintas Peterongan.

"Sopir diturunkan lalu kami amankan dan dibawa ke Kantor PT Trans Semarang untuk kami hadapkan ke direktur PT Trans, Pak Tutuk. Awalnya sopir tidak mengaku, lalu kemudian mengakui mengonsumsi pil," ujarnya.

Pada hari itu juga, sebanyak 26 sopir menjalani tes urine termasuk Putra ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved