Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Bocor! Inilah Strategi Korsel dan Amerika Serikat Perangi Korut, Begini Kim Jong Un Bakal Dibunuh

Sebelumnya Rezim Korea Utara mengklaim Mei lalu mereka menggagalkan rencana AS dan Korsel untuk membunuh Kim Jong Un

Tayang:
Editor: bandot
Truk militer yang membawa rudal jarak jauh milik Korut. 

Strategi itu adalah bagian dari serangkaian tindakan Seoul untuk "beralih ke posisi ofensif" jika Korut menyerangnya, menurut sebuah dokumen pemerintah yang dilaporkan di media Korsel seperti dilaporkan The Independent, Kamis (31/8/2017).

Seorang pria Korea Selatan menyaksikan siaran televisi yang menayangkan parade militer Korea Utara, Sabtu (15/4/2017), yang semakin memanaskan situasi di kawasan tersebut.
Seorang pria Korea Selatan menyaksikan siaran televisi yang menayangkan parade militer Korea Utara, Sabtu (15/4/2017), yang semakin memanaskan situasi di kawasan tersebut. (JUNG Yeon-Je/AFP)

Pasukan itu juga berencana untuk mengidentifikasi dan memusnahkan 1.000 target utama, termasuk fasilitas peluncuran senjata nuklir dan rudal, dan menghentikan serangan diktator muda Korut.

Presiden Korsel, Moon Jae-in, dilaporkan telah diberitahu oleh kementerian pertahanan tentang cetak biru rencana itu setelah dia menginstruksikan persiapan-persiapan penting di militer.

Mereka membahas strategi yang telah direvisi sehari sebelum Pyongyang melepaskan sebuah rudal balistik melewati udara Jepang pada Selasa lalu.

Untuk merespons tindakan Korut itu Presiden AS Donald Trump kemudian menegaskan bahwa "semua opsi kini berada di atas meja" untuk negara komunis di Semenanjung Korea itu.

Moon mengatakan, militer Korsel harus siap "dengan cepat beralih ke posisi ofensif jika Korut melakukan provokasi melewati garis atau menyerang wilayah ibukota", kata surat kabar Chosun Ilbo.

Penembakan rudal terbaru Korut terjadi di tengah latihan militer gabungan Korsel dan AS, serta beberapa negara Pasifik, minggu ini yang oleh Korut dilihat sebagai persiapan invasi.

Latihan militer bersandi “ The Ulchi-Freedom Guardian” itu adalah latihan militer tahunan yang sebelumnya melibatkan pelatihan misi darat dan laut.

Sekitar 17.500 tentara AS mengambil bagian dalam latihan tahun ini, demikian dikatakan oleh Kementerian Pertahanan Korsel.

Namun, apa yang disebut latihan defensif itu oleh para analis disebut sebagai "misi pemenggalan kepala" Kim Jong Un.

Beberapa analis mengatakan, mereka percaya bahwa jika pemimpin tersebut dibunuh atau ditangkap, angkatan bersenjata Korut akan menyerah.

Seorang anggota parlemen Korsel mengatakan, Kim Jong Un kini hidup dalam ketakutan, yakni takut dibunuh dalam serangan oleh tentara yang sangat terlatih dari Korsel dan AS. (independent)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved