Orangtua Dibebani Beli Server
Orangtua Terpaksa Dibebani Beli Server, Bantuan Disdik Kota Jambi Tak Mencukupi
Ada bantuan dari Dinas Pendidikan Kota Jambi, tapi itu belum cukup. Makanya kami memanggil para wali murid
Penulis: tribunjambi | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pembebanan biaya pembelian server untuk keperluan ujian nasional berbasis kompetensi terjadi di beberapa SMP Negeri di Kota Jambi.
Nilai yang dibebankan kepada orangtua beragam, mulai dari belasan ribu hingga seratusan ribu.
Wakil Kepsek Bagian Kurikulum SMPN 17 Kota Jambi, Takjen mengakui adanya pungutan tersebut. Hal yang sama juga diakui Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMPN 8 Kota Jambi, J Limbong.
"Ada bantuan dari Dinas Pendidikan Kota Jambi, tapi itu belum cukup. Makanya kami memanggil para wali murid untuk menceritakan bagaiamana keinginan kita agar tahun ini siswa kelas tiga sudah melaksanakan UNBK," kata Takjen.
Jumlah uang yang ditarik dari wali murid di SMPN 17 Kota Jambi ini jauh lebih kecil dibanding di SMPN 8 Kota Jambi.
Takjen mengaku, sebelumnya, para wali murid khususnya kelas tiga dibebankan membayar Rp 65 ribu. Namun, iuran itu berubah karena beberapa wali murid protes.
"Kemahalan kata mereka, makanya akhirnya wali murid kelas satu dan dua juga kita libatkan," katanya.
"Kita butuh tiga server dan 120 komputer. Tapi kalau komputer ini bisa pinjam dengan guru yang ada ataupun siswa yang sukarela meminjamkan. Yang server ini harus kita beli," katanya.
Dia bilang, targetnya pada November sudah siap semua. “Jadi siswa kelas tiga bisa diberikan pelatihan," katanya.
Sementara J Limbong mengatakan, terkait adanya pembebanan pembelian server kepada orangtua, masih sebatas usulan kepada wali murid.
"Dengan berat hati kita harus melibatkan orang tua murid, karena pihak sekolah berkeinginan mulai tahun ajaran ini bisa melakukan UNBK. Tapi saat ini masih sebatas usulan, belum diputuskan harus dipungut," jelasnya.
Dia menjelaskan saat ini bantuan yang diberikan Dinas Pendidikan Kota Jambi belum sepenuhnya terpenuhi untuk melaksanakan UNBK kepada murid.
Oleh sebab itu pihaknya melakukan musyawarah kepada para orang tua murid.
"Ini untuk anak mereka, jangan sampai sulit masuk ke SMA negeri di Kota Jambi. Tahun lalu anak-anak kita sedikit masuk ke sekolah negeri karena kita pas ujian masih menggunakan kertas," tuturnya.
Ia membenarkan saat ini sekolah itu masih membutuhkan empat server untuk bisa melaksanakan UNBK.
"Seluruh wali murid dari kelas satu sampai tiga yang totalnya 817 siswa kita libatkan. Ini agar iuranya nanti tidak terlalu besar," katanya.
Diterangkannya, bila usulan iuran untuk pembelian server itu disetujui, agar tidak memberatkan maka bisa dicicil.
"Semua ini tergantung pada orangtua siswa. Bila mereka setuju bisa dilaksanakan. Sekolah tidak akan memaksakan," tuturnya. (*)
Berita Terkait:
Baca: Orangtua Siswa SMP Negeri Dibebani Rp 102 Juta Beli Server
Baca: Orangtua SMP Negeri Kota Jambi Kecewa, Mereka Dibebani Beli Server
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20171009_server_unbk_smp_20171009_182646.jpg)