Beredar Kabar Gunung Agung Meletus Minggu Malam, Begini Penjelasan BNPB dan PVMBG
Di saat ribuan penduduk Bali mengungsi akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung, masih ada pihak-pihak yang menyebarkan hoax
Penulis: bandot | Editor: bandot
TRIBUNJAMBI.COM - Di saat ribuan penduduk Bali mengungsi akibat peningkatan aktivitas Gunung Agung, masih ada pihak-pihak yang menyebarkan hoax atatu berita bohong terkait letusan Gunung Agung.
Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, Sutopo Purwo Nugroho menyayangkan beredarnya hoax meletusnya Agung.
Di akun twitternya Sutopo menyayangkan adanya kabar bohong yang berpotensi membuat keresahan masyarakat.
"Di saat ribuan warga sekitar G.Agung mengungsi, masih saja ada orang yang menyebarkan berita menyesatkan dan bohong. Ini Hoax" Tulis Sutopo.
Beberapa kabar simpang siur tentang meletusnya Gunung Agung beredar beberapa hari terakir.
Berikut hoax meletusnya Gunung Agung yang diunggah oleh Sutopo.
Sutopo menambahkan belum ada ahli yang mampu memprediksi waktu pasti meletusnya gunung berapi.
"PVMBG tdk dpt memastikan kebenaran info tsb. PVMBG & seluruh ahli gunungapi di dunia, belum ada yg mampu memastikan kapan meletus."
Selain tentang kabar meletusnya Gunung Agung, kabar hoax lain yang beredar yakni visualisasi proses erupsi Gunung yang disebut sebagai Gunung Agung padahal ini merupakan erupsi dari Gunung Sinabung.
"Hoax. Ini letusan G.Sinabung tahun 2015 yang disebarkan oknum dan mengatakan letusan Gunung Agung. Sampai saat ini G.Agung belum meletus" tulisnya
Broadcast Letusan Gunung Agung
Gunung Agung yang terletak di Bali statusnya telah naik menjadi Awas.
Namun, hingga Minggu petang (24/9/2017) masih belum ada tanda-tanda letusan.
Tapi, tiba-tiba muncul broadcast tentang terjadinya letusan Gunung Agung.
Dalam broadcast itu bertuliskan "Info warga Sidoarjo Surabaya, Diperkirakan Gunung Agung di Bali akan meletus malam ini, Dan sesuai info BKMG, maka arah angin bergerak ke Barat atau ke arah Sidoarjo Surabaya, Mohon warga bersiap siap untuk menggunakan masker bila bepergian. Atau bila memiliki hewan peliharaan dihalaman yang terbuka, harap diamankan dari debu vulkanik, Berdasar pengalaman letusan Gunung Agung 1963 yang sangat dahsyat hingga sinar matahari terasa gelap karena tertutup debu vulkanik".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/gunung-agung_20170924_132359.jpg)