ISPA Terbesar pada Tahun 2015, Karena Kabut Asap
ISPA merupakan penyakit yang paling banyak terjadi pada musim kemarau. Hal tersebut terlihat dari data dinas kesehatan Kota yang mencapai 140 ribu p
Penulis: Rohmayana | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - ISPA merupakan penyakit yang paling banyak terjadi pada musim kemarau.
Hal tersebut terlihat dari data dinas kesehatan Kota yang mencapai 140 ribu pertahunnya. Yakni mulai dari tahun 2014 hingga 2016.
Bahkan ISPA paling tinggi terjadi pada tahun 2015, karena banyaknya lahan yang terbakar pada tahun 2015 lalu. Sehingga menyebabkan kabut asap sangat pekat hingga penderita penyakit ISPA naik hingga 140 ribu keatas.
Bahkan penyakit ISPA yang terjadi pada tahun 2015 termasuk kategori ISPA berat atau disebut Sionomoni. Sehingga pasien tidak hanya mengalami batuk, pilek tapi pasien juga harus dirawat karena mengalami sesak nafas.
Ida Yulianti Kepala Dinkes Kota jambi kepada Tribun Jambi menyebutkan bahwa ISPA sangat rentan terjadi pada anak-anak. Oleh karenanya anak-anak harus banyak minum air putih dan diberi asupan gizi juga nutrisi yang seimbang.
Berbeda dengan yang terjadi pda tahun 2017, musim kemarau tahun ini digolongkan kategori kemarau pendek. Sehingga cuaca dan suhu udara yang terjadi masih normal dan masih tergolong baik bagi lingkungan.
"Sehingga dipastikan bahwa suhu udara yang naik turun, tidak membahayakan bagi kesehatan masyrakat," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/tribun-jambi-bagi-masker-n95-4_20151015_103119.jpg)