Polisi Tangkap Oknum BNN yang Diduga Memeras Sindikat Narkotika

HP merupakan personil BNN yang pernah menggagalkan aksi suap bandar narkoba bernama Irfan Pulungan senilai Rp 60 Juta

KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Polisi menangkap seorang personel badan narkotika nasional (BNN), Jumat (25/8/2017).

Penangkapan itu dilakukan oleh Polres Pematangsiantar, Sumatera Utara. Polisi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada personil BNN Kota Pematangsiantar itu di Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.

Oknum BNN yang ditangkap ini berinisial HP, bekerja di bidang pemberantasan Narkoba di BNNK Pematangsiantar.

Ia ditangkap karena diduga memeras seorang warga berinisial J, supaya tidak ditetapkan sebagai daftar pencarian orang di BNNK Pematangsiantar.

HP merupakan personil BNN yang pernah menggagalkan aksi suap bandar narkoba bernama Irfan Pulungan senilai Rp 60 Juta, yang hendak diberikan kepada BNNK Kota Pematangsiantar.

Dari data yang dihimpun dari Kepolisian, J saat itu hendak memberikan uang Rp 5 juta kepada HP.

Namun, pihak Satuan Reskrim Polres Pematangsiantar mengetahui hal itu yang kemudian langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat hendak pergi dari TKP setelah menerima uang, HP ditangkap dan diamankan oleh petugas Satreskrim.

HP sempat mengelak dan tidak mau menyerahkan barang-barang yang di-kantongnya, namun beberapa saat kemudian petugas menyitanya dan dijadikan barang bukti.

Adapaun yang dijadikan sebagai alat bukti yaitu, 4 unit handphone (HP) yang diduga terdapat handphone milik tersangka kasus narkotika yang ditangani BNNK Siantar, berikut uang Rp 10.450.000 yang diduga hasil dari pemerasan.

Dari uang sebesar Rp 10.450.000, uang sebanyak Rp 5 juta adalah uang hasil pemerasan dari pria berinisial J.

J memberikan uang itu karena ia diduga diperas HP agar J tidak ditetapkan sebagai DPO di BNNK Siantar.

Sementara itu, uang sebesar Rp 5.450.000 juga sedang diselidiki pihak Kepolisian darimana asalnya. Bisa jadi uang sebesar itu juga hasil dari pemerasan dari kasus yang lain.

Kasat Reserse Kriminal Polres Siantar AKP Restuadi mengutarakan penangkapan HP terkait operasi tangkap tangan kasus suap.

"Iya, benar dugaan kasus suap," kata Restuadi saat bertemu awak media di Mapolres Pematangsiantar, Sabtu dini hari (26/8/2917).

Sumber: Tribun Medan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved