Komoditas Karet
Komoditi Karet Jambi Perlu Replanting
Seluas 125.000 hektare lahan dan perkebunan karet di Provinsi Jambi memerlukan peremajaan (replanting).
Penulis: Niko Firmansyah | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI. COM, JAMBI - Seluas 125.000 hektare lahan dan perkebunan karet di Provinsi Jambi memerlukan peremajaan (replanting).
"Karena usianya sudah tua sehingga saat ini hasilnya tidak produktif lagi,"kata Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Jambi Jon Kennedy Kepada TRIBUNJAMBI. COM, Rabu (16/8).
Ia mengatakan saat ini dari total luasan lahan karet petani sekitar 392.000 ribu yang tersebar disejumlah daerah Provinsi Jambi yang butuh peremajaan mencapai 125.000 ribu hektare.
"Peremajaan karet telah dimulai pada tahun 2006 yang mana sudah direplanting hanya seluas 17.500 hektar,"ujarnya.
Sebagian besar lahan perkebunan karet di Jambi Ia mengatakan umumnya adalah milik masyarakat swadaya.
Yang mana dikatakannya rata-rata saat ini produktifitasnya pun hanya berkisar antara 20 hingga 30 persen saja.
"Sampai saat ini produktifitasnya tidak maksimal dan dari total luasan lahan karet di Jambi saat ini hanya mampu menghasilkan produksi 266.000 ton per tahun," katanya.
Menurutnya dalam proses peremajaan karet dibutuhkan bibit sebanyak 500 batang dengan biaya berkisar antara Rp 30 hingga 40 juta untuk satu hektare
Ia mengatakan selama ini yang menjadi kendala oleh petani swadaya terkait peremajaan adalah keterbatasan modal dan juga mendapatkan akses permodalan pertama untuk biaya peremajaan.
Untuk membantu petani karet Ia mengatakan pihaknya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) pada tahun ini telah menyalurkan sebanyak 6.000 batang bibit karet jenis PB260.
"Saat ini peremajaan diberikan kepada petani karet di wilayah Mendalo, Muaro Jambi,"Katanya.
Dalam proses penyalurannya dikatakannya terlebih dahulu bekerjasama dengan pemerintahan desa, untuk mendata petani mana yang lahannya membutuhkan replanting.
Ia menambahkan untuk mengatasi problema peremajaan karet, saat ini sangat dibutuhkan intervensi atau campur tangan dari semua pihak, khususnya pemerintah.
Yang mana menurutnya komoditi karet ini telah menjadi sektor utama penggerakan perekonomian di Provinsi Jambi.
"Upaya ini agar komodoti karet terus berkembang, "tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/31052016_karet_20160531_094429.jpg)