PPDB
Penumpukan Terjadi Karena Orangtua Pilih Sekolah yang Dianggap Favorit
Di beberapa sekolah terjadi kekurangan siswa setiap tahunnya, sementara di sekolah lain terjadi kelebihan siswa. Padahal jika dilihat
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Di beberapa sekolah terjadi kekurangan siswa setiap tahunnya, sementara di sekolah lain terjadi kelebihan siswa. Padahal jika dilihat dari jumlah Ruang Belajar (Rombel) dibandingkan dengan jumlah pendaftar setiap tahunnya, bisa mencukupi.
Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batanghari, Deni Eko Purwanto menyebut, tahun ini dari 203 SD negeri terdapat 272 Rombel untuk penerimaan siswa. "Dengan kuota penerimaan sebanyak 12.116 siswa sementara untuk tingkat SMP terdapat 138 Rombel dengan kuota 4.416 siswa," katanya.
Namun untuk jumlah pendaftar, Deni mengaku belum mendapatkan laporan dari pihak sekolah. "Namun baik di tingkat SD maupun SMP masih ditemukan Rombel yang belum memenuhi kuota. Misalnya kuota satu Rombel adalah 32 siswa namun saat ini baru terisi 30 siswa," ujarnya.
Secara keseluruhan, lanjutnya tidak ada Rombel yang belum terisi. "Karena saat melakukan pembangunan kami sudah memperkirakan daya serap dari SD sekitar," imbuhnya.
Terpisah, Kasubag Perencanaan dan Keuangan, Kurniawan menyatakan hal senada. menurutnya dengan metode pendekatan siswa seharusnya jumlah Rombel yang ada seharusnya berlebih, jika dibandingkan dengan jumlah pendaftar. "Hitungan proporsionalnya satu ruang kelas diisi dengan 32 siswa, jika mengacu pada hal ini seharusnya terjadi kelebihan 180 an Rombel," katanya.
Namun kondisi yang ada, jumlah siswa tidak menyebar rata di seluruh sekolah, sehingga di satu sekolah terjadi kekurangan siswa sementara sekolah lain kelebihan siswa. "Dari dinas tidak bisa melarang orang tua siswa untuk mendaftar ke sekolah yang dianggap favorit, ini yang menjadi penyebab adanya kekurangan siswa di sekolah yang berada di kecamatan terjauh dari kota kabupaten," imbuhnya.
Penumpukan siswa, lanjutnya terjadi di sekolah yang berada di wilayah perkotaan ataupun sekolah yang dianggap favorit.