FOTO: SMA Xaperius 1 Borong 14 Medali di Tiga Olimpiade
Sebagai satu di antara sekolah swasta di Kota Jambi, Pemerintah seharusnya mengacungkan jempol untuk SMA Xaverius 1
Penulis: Rohmayana | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebagai satu di antara sekolah swasta di Kota Jambi, Pemerintah seharusnya mengacungkan jempol untuk SMA Xaverius 1. Karena selama tahun 2017, sekolah ini berhasil memborong puluhan 14 medali pada tiga olimpiade.
Kepala SMA Xaverius 1 Agus kepada Tribun mengatakan bahwa pihaknya akan terus membina anak-anak untuk mengikuti Olimpiade baik pada tingkat nasional maupun internasional. "Sebenarnya semua anak-anak di Xaperius 1 sudah pintar dan cerdas, tinggal kita memoles dan membimbing ilmu yang belum mereka ketahui," ujarnya.
Dijelaskannya pada Februari lalu SMA Xaverius 1 mendapat delapan medali pada Olimpiade World Mathematics Invitational (WMI). kelas X siswa mendapat tiga emas dan satu perunggu, sedangkan dikelas XI siswa mendapat satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Sedangkan yang berhasil melaju hingga ke Vietnam hanya satu orang dari kelas X, yang berhasil meraih medali perak.
"Olimpiade WMI ini merupakan Olimpiade matematika yang digelar oleh kementrian Vietnam, sedangkan Olimpiadenya digelar di Indonesia. Satu diantara provinsi yang berhasil mengikuti olimpiade ini adalah provinsi Jambi. SMA kita berhasil satu orang hingga berangkat ke Vietnam," jelasnya.
Pada April lalu, SMA Xaverius 1 kembali mengikuti Olimpiade singapore and Asian Schools Magh Olympiad (SASMO) dengan meraih satu medali emas dan tiga medali perunggu.
"Olimpiade ini merupakan Olimpiade matematika yang digelar oleh kementrian Siangapura, sistem penilaian perlombaan tidak jauh berbeda dengan WMI," katanya.
Devica Winata siswi kelas X yang mengikuti kedua Olimpiade tersebut mengatakan bahwa dirinya memang menyukai matematika. Karena ilmu matematika merupakan ilmu yang pasti dan tidak bisa dirubah.
"Belajarnya juga asyik, kalau soalnya sulit dan saya berhasil menemukan jawaban yang benar bahagianya luar biasa," ujarnya.
Berbeda dengan Aditya Parawangsa siswa kelas XI ini mendapat medali perunggu pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA cabang Biologi. Ia mengatakan bahwa dirinya harus berani keluar dari zona nyaman untuk terus belajar dan mendapat apa yang diinginkan.
"Kemarin pas ikut Olimpiade saya belajar sendiri di rumah dan tidak ikut les apapun, saya ingin percaya dengan diri saya sendiri," katanya.
Karena telah mendapat puluhan medali tersebut, Kepala SMA Xaverius 1 pada tahun ajaran 2017/2018 akan membuat jam ekstra untuk pelatihan anak-anak. Yakni dengan memberikan pendamping secara khusus juga mengupayakan agar lebih intesif dalam memberikan bimbingan.
"Kita akan mengadakan bimbingan di sekolah yang didampingi guru pelajaran dan sesekali akanmengambil mentor dari luar agar anak-anak lebih semangat lagi untuk belajar," ungkapnya. (cya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/pemenang-medali-olimpiade-sma-xaverius-1_20170723_225305.jpg)