Waduh, Petani Khawatir Panen akan Bareng Musim Banjir

"Kalau baru tanam ni keno banjir, tenggelam beberapo hari be lah bahayo. Belum lagi hama bekicot dan ulat," ujarnya.

Waduh, Petani Khawatir Panen akan Bareng Musim Banjir
Tribun Jambi
Petani di kawasan Sejinjang, Kota Jamb. 

Laporan Wartawan Tribun JAMBI, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Petani padi di kawasan Sejinjang waswas karena masa tanam terlambat. Itu bisa berdampak pada masa panen yang bersamaan dengan musim banjir tahunan.

Kepada Tribun, beberapa petani di kawasan pertanian Sejinjang mengungkapkan kegembiraan. Karena pada musim tanam yang terlambat itu masih turun hujan. Namun, mereka juga merasa waswas masa panen nanti bertepatan dengan musim banjir tahunan.

Zulkifli (44), satu di antara petani, menuturkan saat ini musim kemarau dan penghujan tidak lagi bisa diprediksi seperti tahun-tahun sebelumnnya. Masa tanam menjadi melenceng dari yang telah dijadwalkan.

"Kalau biasanya, akhir bulan empat kita sudah mulai tanam, kemudian masa panen bisa lebih dulu dari musim banjir. Nah, sekarang, kita baru tanam bulan tujuh. Diperkirakan masa panen bertepatan dengan musim banjir. Mana yang lebih cepat, apa banjir dulu atau panen dulu," ungkapnya.

Saat ini, pada awal musim kemarau, hujan masih turun dan itu berdampak positif bagi tanaman padi. Namun, mereka berharap jangan sampai ditambah luapan air sungai yang dapat membunuh benih padi.

"Kalau baru tanam ni keno banjir, tenggelam beberapo hari be lah bahayo. Belum lagi hama bekicot dan ulat," ujarnya.

Menurut Zukifli, luasan pertanian miliknya sekira satu hektare dan dibagi empat petak itu mampu menghasilkan padi berkarung-karung dan tahan untuk dua tahun.

"Harapan kita, meskipun hujan tidak hingga menimbulkan banjir yang sangat berdampak besar bagi tanaman kami," tuturnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved