Bupati Tegaskan Kadis Agar Menuntut Pengelola di Objek-objek Wisata

Pada hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri dilakukan upacara di halaman Kantor Bupati Kerinci, Senin (3/7). Setelah itu Bupati Kerinci

Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pada hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri dilakukan upacara di halaman Kantor Bupati Kerinci, Senin (3/7). Setelah itu Bupati Kerinci Adirozal langsung memanggil semua pejabat kepala dinas untuk melakukan pertemuan dengannya di ruangan. Banyak hal yang disampaikan bupati Adirozal secara langsung ke pejabat.

Yang pertama disampaikan Bupati Adirozal menegaskan kepada dinas terkait agar menuntut pengelola di objek-objek wisata yang mengedarkan karcis kedaluarsa. Serta imbau kepada dinas terkait untuk pasang baliho besar tentang perda retribusi parkir di tempat-tempat objek wisata.

Bupati tampak emosi saat rapat, karena mendengar adanya laporan keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Bahkan kinerja kepala organisasi perangkat daerah di jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci dinilai bupati masih lambat. Sehingga bupati mengingatkan OPD kalau pejabat tidak mampu bekerja dengan baik dipersilakan mundur.

"Kalau ada pejabat yang tak sanggup dan kinerja jelek silakan mundur," tegasnya.

Hal ini disampaikan bupati saat memimpin upacara Senin pagi. Ditemui di kantornya kemarin bupati mengatakan bahwa masih ada OPD yang masih lambat kerjanya jadi kalau tidak sanggup silahkan angkat bendera putih.

"Masa jabatan saya sudah dipenghujung tentu saya tidak mau kalau saya dinilai gagal jadi saya harus kerja keras untuk mengejar visi dan misi supaya tercapai," ujarnya Senin (3/7).

Lanjutnya, jadi OPD harus digenjot kerjanya agar tercapai visi dan misi meskipun jalan sudah banyak yang bagus, ekonomi masyarakat sudah membaik, pasar tradisional sudah dibangun.

"Saya tidak juga ingin cuman itu bagus, yang lain juga harus bagus dan lebih baik, saya tidak puas dengan hasil yang ada," katanya lagi.

Dikatakan bupati, kedepan kepala desa tidak boleh lagi main-main, karena kedepan BPK yang akan mengecek laporan. Untuk mendapatkan WTP kalau kades temuan 2 juta saja maka kerinci tidak dapat WTP. "Inspektorat harus digenjot lagi kepala desa jangan lagi main-main dengan dana desa," ujarnya.

Bupati Kerinci saat rapat evaluasi mengatakan bahwa baliho-baliho lama yang masih terpasang harus dicopot milik Instansi terkait. Dirinya masih melihat baliho yang lama masih dipasang dan dia ingin agar dibersihkan.

"Tolong OPD yang punya baliho yang masih terpasang yang tahun 2014 dicopot,dalam tiga hari kedepan harus sudah bersih, karena wajah bupati dengan baliho sudah sama-sama putih malu kita dengan orang luar,dalam waktu tiga hari tidak dicopot anda yang saya copot," ujar bupati.

Soal kerja hari pertama, Bupati kerinci Adirozal mengatakan semua pejabat sudah mengantor. Namun untuk pegawai di kecamatan sudah diperintahkan agar BKSDM untuk melakukan sidak.

"Tidak boleh ada PNS yang nambah masa cuti, karena cuti cukup lama, kalau ada yang nambah cuti akan diberi sanksi," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved