Warga Payoselincah Dilarikan ke RS Abdul Manap
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Enam orang warga Payo Selincah dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi,
Penulis: Muuhammad Ferry Fadly | Editor: ridwan
Laporan wartawan Abdullah Usman/M Ferry Fadli
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Enam orang warga Payo Selincah dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Manap, Kota Jambi, Selasa (9/5). Mereka mengalami pusing dan muntah usai menyantap hidangan pesta dua hari sebelumnya.
Nur Suaifudin, remaja 16 tahun ini terlihat tergolek lemas di kamar rumah sakit. Jarum infus menancap di lengannya. Bersama lima warga lainnya, mereka dilarikan ke rumah sakit Selasa siang. Semua mengalami gejala yang sama, yakni pusing, mual, dan muntah.
Sundari (40), satu dari orang tua pasien, menyebut sebenarnya tak tahu pasti apa penyebab warga mengalami hal demikian. Ada dugaan hal itu akibat dua hari sebelumnya, Minggu (7/5), mereka menyantap aneka makanan saat menghadiri undangan pernikahan di Selincah.
Pada senin pagi, ucapnya, mereka yang dirawat itu mulai merasakan mual dan pusing. Keadaan tersebut terus berlanjut, dan memburuk pada Selasa.
"Mulai pusing dan mual sudah dirasakan sejak Senin pagi. Muntah dan bocor pas pagi Selaso, akhirnya langsung bawa ke rumah sakit. Mungkin karena keracunan makanan di sana," ujar Sundari.
Dikatakannya pula, selain Nur Syaifudin, korban diduga keracunan makanan itu, dua orang di antarannya merupakan anak anak, yang juga menghadiri pesta pada Minggu tersebut. "Masih banyak jugo yang dibawa ke DKT, bahkan sudah dari kemarin dibawa ke sana," terangnya.
Ia merasa kasihan dengan anaknya, karena sebenarnya tengah mengikuti ujian sekolah. Dengan keadaan seperti ini terpaksa harus izin ke sekolah. "Terpaksa minta izin dulu, semoga ada solusi untuk ujian yang terlewatkan ini," ucapnya.
Di Rumah Sakit DKT, ada Nuraini (42) yang kini mengalami perawatan intensif, akibat menyantap hidagan dari hajatan keluarganya. Warga Selincah RT 29 itu menderita muntah-muntah dan terus buang air besar. "Terasanya malam setelah hajatan," kata Nuraini, Selasa (9/5).
Ia mengatakan belum mengetahui kalau gejala itu karena keracunan makanan. "Saya kira sakit diare biasa, tapi kok malah terus-terusan," katanya.
Karena merasa ada yang tidak beres, ia dibawa ke bidan dekat rumahnya pada Senin pagi, dan langsung di rujuk ke RS DKT. Ia bilang tidak tahu pasti makanan jenis apa mana yang membuatnya keracunan. "Antara es doger, tekwan, dan lupis," katanya.
Pihak yang mempunyai hajatan sudah mengetahui hal ini terjadi. "Orang yang punya hajatan pun ada yang terkena juga," ungkap Nuraini. Padahal, Nuraini mengatakan, keluarga yang maempunyai hajatan masak sendiri untuk makanannya. (usn/cfa)