Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

tribunners

Kisah Mahasiswa UGM yang Jatuh Cinta Dengan Keindahan Alam Kerinci

Berikut tulisan dan video yang dikirimkan oleh Yanuar Tia Saputra, Mahasiswa Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta asal Boyolali, Jawa

Editor: bandot

Kekayaan sumberdaya ikan yang melimpah menjadi sumber penghasilan bagi nelayan disini.

Salah satu desa yang banyak masyarakatnya bekerja sebagai nelayan yaitu Desa Pendung Talang Genting.

Desa Pendung Talang Genting atau biasa disebut Desa Pentagen merupakan salah satu desa yang tergolong unik.

Di tengah arus pengkotaan yang kian marak terjadi, desa ini tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai pedesaan yang memiliki pesona alam bersahabat lengkap dengan keanekaragaman flora faunanya.

Selain bermata pencaharian sebagai nelayan umumnya warga disini juga bekerja sebagai petani.

Kondisi permukiman yang belum terlalu padat menungkinkan warganya untuk bercocok tanam mengingat lahan pertanian lebih luas daripada lahan untuk bangunan.

Desa ini juga berbatasan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di sebelah utara sehingga pemandangan yang asri yang belum terpengaruh polusi udara dapat dengan mudah kita nikmati.

Disini kekayaan alam dan kekayaan nilai-nilai budaya dapat berpadu menjadi suatu nilai keanekaragaman.

Desa Pendung Talang Genting masih memegang teguh adat sebagaimana selain mempunyai Kepala Desa sebagai kepala pemerintahan, desa ini juga dipimpin oleh Depati Ninik Mamak sebagai pucuk pimpinan adat.

Penduduk Desa Pendung Talang Genting semuanya beragama Islam dan perempuan disini yang sudah berumur lebih dari 10 tahun diwajibkan untuk mengenakan jilbab.

Kegiatan keagamaan disini berjalan sangat baik dimana pada setiap hari setelah maghrib anak-anak disini diwajibkan belajar mengaji.

Sementara itu untuk masyarakat yang sudah berkeluarga diwajibkan mengikuti pengajian yang dilaksanakan setiap Jum’at siang.

Selain kekayaan budaya yang bersifat religi masyarakat disini juga mempunyai bermacam budaya lokal yang sudah turun temurun dari nenek moyang.

Salah satu budaya yang sudah turun temurun sejak jaman dahulu yaitu diselenggarakannya acara “ngihit pamun”.

Kegiatan yang dilakukan pada acara ini yaitu penarikan balok kayu dari hutan yang dilakukan dengan cara bergotong royong melibatkan semua masyarakat desa.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved