Napi Lapas Jambi Demo

VIDEO: Tidak Terima Kebijakan Kalapas, Napi Lapas Klas IIA Jambi Demo

Penghuni atau narapidana di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Jambi, pagi Jumat (20/1) melakukan aksi demo.

Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Nani Rachmaini

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Eko Prasetyo

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penghuni atau narapidana di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Jambi, pagi Jumat (20/1) melakukan aksi demo.

Aksi itu diketahui karena, tidak terimanya kebijakan para narapidana akan peraturan baru Kalapas Klas IIA Jambi.

Dari pantauan, puluhan anggota kepolisian bersenjata lengkap juga tampak di depan Lapas. Kapolresta, Wakapolresta serta Dansat Brimob juga tampak mendatangi Lapas.

Disampaikan Kapolresta Jambi, adanya aksi demo di dalam lapas dikarenakan, tidak adanya kesepakatan antar napi dengan peraturan Kalapas.

Selain itu, adanya tuntutan napi pula di dalam lapas akan kantin, jam besuk dan juga pemeriksaan makanan dari keluarga untuk penghuni lapas.

"Kondisi sudah kondusif, hanya menyampaikan aspirasi saja,"ujar Kapolresta.

Sementara keterangan Kakanwil Kemenkum HAM Jambi, Bambang Palasara mengatakan, para napi hanya menyampaikan aspirasinya saja, karena adanya kebijakan yang belum disosialisasikan.

"Contohnya soal pemeriksaan, karena tidak banyaknya tenaga pemeriksaan, jadi banyak keluarga yang nunggu, itu yang minta dievaluasi mereka,"jelas Bambang.

Sementara terkait adanya harga makanan yang cukup mahal dijual di kantin Lapas Klas IIA Jambi, Bambang mengatakan, tidak benar semua sama dan tidak ada yang dimahalkan.

"Tidak benar, semua sama intinya mereka minta lebih cepat simtem pemeriksaan, dalam penyampaian aspirasinya saja cukup tenang, tidak ada lempar-lempar,"katanya.

Terkait adanya keributan di dalam Lapas Klas IIA Jambi. Ratusan anggota polisi diturunkan untuk mengamankan situasi.

Waka Polresta Jambi, AKBP Sri Winugroho, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mengerahkan 150 pasukan. Dari Polresta maupun dari Polsek Kotabaru.

"Dari Sabhara, Intelkam, Reskrim dan Polsek," sebut Winugroho, kepada wartawan.

Menurut Wakapolresta, keributan terjadi karena ada beberapa tuntutan napi ke pihak Lapas.

"Masalah kantin, besuk, fasilitas, terus yang sakit tidak boleh di tes urine," tutur Wakapolresta.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved