Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Widya Memeluk Eki lalu Menusuk Perut Kekasihnya Hingga Tewas

TRIBUNJAMBI.COM, LAMPUNG - Widya (23) menusuk kekasihnya, Eki Hermawan. Wanita yang baru saja

Editor: ridwan

TRIBUNJAMBI.COM, LAMPUNG - Widya (23) menusuk kekasihnya, Eki Hermawan. Wanita yang baru saja berhubungan badan dengan Eki itu merasa sakit hati.

Hubungan asmara yang selama ini dipupuk Widya diputuskan secara sepihak oleh Eki. Yang membuat hati Widya kian tersayat, kata putus yang diucapkan pria yang berprofesi sebagai sopir pribadi itu dilontarkan seusai mereka berhubungan intim.

"Saya menusukkan pisau karena sakit hati, pacar memutuskan saya dengan alasan sudah punya calon istri. Padahal sebelumnya kami sudah berencana untuk menikah," kata Widya dalam sidang di PN Tanjungkarang, Rabu (1/6).

Ia menambahkan, sakit hati tersebut makin menjadi karena dia lebih dulu diajak berhubungan intim sebelum diputuskan di hari penusukan tersebut.

Widya mengaku spontan langsung mengambil pisau dan menusukkan ke perut sebelah kanan Eki. "Saya tidak ada niat untuk membunuh Eki, karena saya sayang dengan dia. Pisau itu memang sudah ada di tas saya dan saya spontan mengambil pisau dan menusukkan ke perutnya," kata Widya sambil bercucuran air mata.

Dari olah TKP terungkap, Widya dan Eki sempat bercumbu di kebun di Jalan Untung Suropati, Labuhan Dalam, Kota Bandar Lampung. Pada rekonstruksi ini terlihat, awalnya Eki dan Widya bertemu di Jalan Untung Suropati.

Eki lalu pergi ke tempat majikannya meninggalkan Widya di jalan. Eki janji akan menemui Widya dan meminta Widya menunggu. Widiya pun menunggu Eki di warung gorengan. Eki kembali menghampiri Widya memberi uang Rp 20 ribu. Eki lalu pergi lagi.

Tak lama, Eki kembali datang menemui Widya. Mereka lalu berbincang. Pada perbincangan itu, Widya menanyakan kebenaran kepergian Eki ke Jawa untuk menemui calon istrinya.

Eki lalu membawa Widya ke kebun di belakang warung gorengan. Di kebun tersebut, Eki dan Widya bercumbu. Usai bercumbu, Eki mengatakan ke Widya bahwa ini pertemuan terakhir mereka.

Eki mengutarakan ke Widya bahwa dirinya sudah ada pilihan lain dan meminta Widiya untuk tidak menghubunginya lagi. Widya kecewa mendengar perkataan Eki. Widya menangis sambil jongkok. Widya lalu mengeluarkan senjata tajam dari dalam tasnya.

Widya berdiri memeluk Eki sambil tangan kanannya memegang pisau. Widya mengatakan ke Eki kenapa tega melakukan itu. Widya pun menusuk perut Eki.

Dia lalu membuang pisau sembari berlari meninggalkan Eki yang terseok-seok ke rumah majikannya meminta pertolongan. Eki akhirnya tewas di rumah sakit.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved