Bus Dipusatkan di Pulogebang, Respons Negatif Bermunculan

Pemerintah daerah DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan menerbitkan surat pemberitahuan kepada tujuh terminal

Bus Dipusatkan di Pulogebang, Respons Negatif Bermunculan
Agita Tarigan
Terminal Pulogebang terlihat kosong, belum banyak angkutan yang beroperasi di sana. Selain itu, tak banyak penumpang yang masuk ke dalam terminal ini. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA– Pemerintah daerah DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan menerbitkan surat pemberitahuan kepada tujuh terminal, untuk melakukan penutupan loket perwakilan PO Bus, sampai tanggal 28 Januari 2017.

Ini merupakan kelanjutan dari upaya untuk memusatkan operasional bus, khususnya rute Jawa Tengah dan Jawa Timur di Terminal Pulogebang, di mana pemindahan unit busnya sudah dilakukan sejak Juni 2016 lalu. Pemindahan dilakukan berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 358/1.811, tentang Pemindahan Operasional Bus AKAP Jurusan Jawa Tengah dan Timur, ke Pulogebang.

Salah satu pengusaha PO Bus, dalam statusnya mengeluhkan peraturan ini di akun pribadi media sosialnya. KompasOtomotif belum mendapat respons dari yang bersangkutan terkait dengan instruksi Dinas Perhubungan tersebut.

Respons negatif atas aturan tersebut juga datang dari komunitas penggemar bus, yang sekaligus mewakili konsumen, khususnya di Jakarta. Jika pengguna bus hanya menggunakan satu angkutan dengan hanya menempuh dua kilometer, maka dengan dipindah ke Pulogebang jaraknya bisa menjadi semakin jauh, dan berkali-kali naik angkutan.

“Ini akan membuat konsumen enggan ke terminal Pulogebang. Memang ada busway juga, tetapi harus transit beberapa kali, misalnya penumpang dari grogol. Kami di komunitas juga mewakili pengguna bus.” ujar Arief Setiawan, Ketua Umum Bismania Community (BMC) kepada KompasOtomotif, Minggu (15/1/2017).

Arief menyayangkan, pemerintah terlalu terburu-buru, tanpa terlebih dahulu menyediakan sarana dan prasarananya, atau akses mudah, menuju Pulogebang dari terminal-terminal yang PO rute Jawa Tengah dan Timur dipindahkan.

“Bisa saja dengan menyediakan bus Damri, seperti yang biasanya mengantar orang untuk menuju bandara,” ujar Arief.

Rencananya, akan ada tiga terminal untuk pusat opersional AKAP, mulai dari Terminal Pulogebang, Terminal Kampung Rambutan, dan Terminal Kalideres. Terminal Pulogebang akan fokus melayani penumpang rute arah timur Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, sampai Lombok, dan bisa juga melayani rute ke arah utara Jawa.

Sementara itu, Terminal Rambutan akan melayani penumpang rute Jawa Barat dan Jawa Tengah sisi selatan. Sedangkan Terminal Kaliders, bakal mengoperasikan bus AKAP dengan penumpang tujuan rute ke wilayah Sumatera.

Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved