Baca Nih, Tips Irit Biaya Transfer

Di segmen bisnis jasa transfer dana, selain perbankan, masyarakat sudah banyak mengenal para pemain besar seperti...

Editor: Duanto AS
KONTAN
Ilustrasi. 

Dimas Ramadhani, salah satu pengguna Flip, menceritakan startup ini sudah membantunya menghemat biaya transfer antarbank sekitar Rp 312.000. “Saya memakai Flip sejak September 2015,” kata dia.

Setiap bulan, Dimas mengirim uang ke berbagai rekening dan banyak di antaranya adalah akun bank yang berbeda. Transfer itu ia lakukan baik untuk keperluan pribadi maupun aktivitas bisnis.

Alhasil, sebelum memakai Flip dia merasa sangat boros menanggung biaya transfer antarbank tersebut. Dimas menilai, jeda waktu transfer tidak menjadi soal baginya karena sebanding dengan penghematan biaya tersebut.

Hanya saja, menurut Dimas, akan lebih oke apabila Flip juga tampil dalam format mobile apps agar bisa lebih praktis digunakan.

Di segmen bisnis jasa transfer dana, selain perbankan, masyarakat sudah banyak mengenal para pemain besar seperti Western Union ataupun PT Pos Indonesia.

Bedanya, Western Union tidak memakai teknologi atau aplikasi digital sebagaimana Flip. Pasalnya, si pengirim maupun penerima dana harus standby di kantor agen Western Union. Begitu juga produk wesel di Pos Indonesia.

Sedang di ranah aplikasi digital, Flip bersaing langsung dengan startup Kliring juga Shiv. Bedanya, Flip sudah mengantongi izin usaha dari BI sebagai perusahaan transfer dana.

Shiv hingga saat ini baru bisa melayani transfer bebas biaya untuk 4 bank besar. Sedangkan Kliring melayani transfer bebas biaya hingga delapan bank.

Nah, mana yang bakal menjadi favorit masyarakat Indonesia, mari melihat bersama.(Ruisa Khoiriyah)

Sumber: Kontan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved