Baca Nih, Tips Irit Biaya Transfer
Di segmen bisnis jasa transfer dana, selain perbankan, masyarakat sudah banyak mengenal para pemain besar seperti...
Untuk menjaga keamanan data pengguna, semua data pengguna dienkripsi memakai Advanced Encryption Standard (AES-128) sehingga tidak bisa dibaca pihak luar. “Semua komunikasi antar server juga dienkripsi memakai Secure Socket Layers (SSL),” terang Rafi.
Masih pengembangan
Platform yang ditawarkan oleh Flip lahir dari hasil kongsi tiga anak muda yakni Rafi, bersama Luqman Sungkar dan Ginandjar Ibnu Solikhin. Saat itu mereka masih menempuh pendidikan di jurusan Ilmu Komputer Universitas Indonesia (UI).
“Kami dulu teman sekampus yang sering saling berutang, tapi punya rekening bank berbeda-beda. Jadilah, kami mencoba mencari solusinya,” cerita Rafi, bersemangat.
Bermodalkan uang tabungan pribadi, mereka merintis platform yang jadi cikal bakal Flip. “Modalnya sekitar belasan juta rupiah,” katanya.
Modal pengembangan startup ini juga mereka dapatkan dari kampus berupa beasiswa dari Direktorat Inovasi dan Inkubasi UI. Flip juga mendapat suntikan dana (seed funding) dari angel investor.
Sayang, Rafi enggan mengungkap identitas sang investor berikut nilai suntikan modal yang mereka terima. Yang pasti, ada nama Hasnul Suhaimi, mantan Presiden Direktur XL Axiata, terpampang di website Flip sebagai salah satu pendamping pengembangan Flip.
Selain Hasnul, ada Agung Nugroho, Chief Operating Officer Kudo, startup pengembang aplikasi e-commerce untuk pemula.
“Saya di Flip membantu mendampingi, dari sisi ide, networking juga konsep apabila perlu. Bukan sebagai angel investor,” cerita Hasnul kepada Tabloid KONTAN.
Rafi mengakui, Flip masih membutuhkan banyak pengembangan. Misalnya, saat ini Flip masih berbasis web.
Pengembangan mobile apps masih proses. “Kami sedang kembangkan baik untuk gadget berbasis iOS maupun Android,” kata Rafi.
Selain itu, Rafi dan kawan-kawan juga tengah memproses kerjasama resmi dengan beberapa bank agar memperoleh jalur langsung memfasilitasi transfer. Maklum, saat ini mereka masih memakai jalur umum transfer seperti nasabah biasa.
Akibatnya, proses transfer yang difasilitasi Flip tergantung pada stabilitas sistem bank tersebut. “Saat order transfer tinggi, server kami sebenarnya masih bisa mengatasi hingga 1.000 transaksi. Tapi, sistem bank kadangkala overload dan macet sehingga proses transfer di Flip terpengaruh dari sisi kecepatan waktu,” terang Rafi.
Masa puncak transfer biasanya saat tanggal gajian pegawai, juga menjelang puasa dan lebaran. Rafi optimistis, bila memiliki kerjasama langsung dengan bank, problem gangguan jaringan tersebut bisa teratasi sehingga layanan transfer antarbank lewat Flip bisa lebih cepat mereka lakukan.
Lebih dari setahun berjalan, pengguna Flip saat ini sudah tercatat 28.000 akun, dengan volume transaksi mencapai 68.037 transaksi antarbank. Sedang nilai transaksi lebih dari belasan miliar rupiah sebulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/26112016_transfer-bank_20161126_201602.jpg)