Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kisah Masjid dan Gereja Megah Berdampingan, Keharmonisan dan Toleransi Beragama

Sebagai kota yang pernah didera perang saudara panjang, wajah ibu kota Lebanon, Beirut, kini sudah berubah

Editor: bandot

"Sehingga pembangunan menara terus tertunda," papar Matar.

Dalam hal ukuran Masjid Al-Amin dan Katedral St George mengalahkan semua tempat ibadah di Beirut.

Sebagian warga Kristen Maronit, yang menjadi pecundang dalam perang saudara, awalnya menganggap keberadaan masjid Al-Amin yang megah itu sebagai sebuah penghinaan.

Apalagi, ukuran masjid itu sangat besar, jauh lebih besar dibanding gereja-gereja umat Kristen Maronit.

Gaya arsitektur Ottoman yang digunakan masjid tersebut memang menjadi ciri khas yang tak ditemukan di tempat lain di Lebanon.

Masjid ini dibangun oleh Rafik Hariri, mantan perdana menteri, yang tewas dibunuh pada 2005 dan dimakamkan di sebelah masjid tersebut.

Hariri mengawasi sendiri jalannya pembangunan masjid itu, termasuk memilih warga biru untuk kubah masjid.

Satu dekade lalu, masjid yang terletak di salah satu sudut Lapangan Syuhada Beirut itu kerap tampil dalam berbagai berita terkait unjuk rasa yang dipicu kematian Hariri.

Sayangnya, pesan yang ingin disampaikan terkait solidaritas dan persatuan antaragama lewat pembangunan menara gereja itu nampaknya bisa bermakna lain.

George Arbid, direktur pusat arsitektur Arab di Beirut, mengatakan, kehadiran menara itu seolah menunjukkan adanya rivalitas sektarian di kota itu.

"Sangat jelas bahwa ini adalah bentuk sebuah kompetisi, bisa dimaknai positif atau negatif, dengan menara masjid Al-Amin di sebelahnya," ujar Arbid.

"Ini adalah kelanjutan bentuk kompetisi yang muncul di masa lalu, kompetisi antara sekte yang ingin menunjukkan eksistensinya di kota ini," tambah Arbid.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved