Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Bupati Beri Jawaban Soal Kisruh Beasiswa Merangin Pintar

Bupati Merangin H Al Haris akhirnya angkat bicara mengenai kisruh beasiswa Merangin Pintar yang belakangan mencuat.

Tayang:
Penulis: muhlisin | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/MUHLISIN
Dokumen MoU antara Pemkab Merangin dan IAIN STS Jambi. 

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Merangin, Isnedi, angkat bicara. Lewat akun facebooknya, ia mengomentari kisruh mengenai beasiswa gagal program Merangin Pintar.

Isnedi menulis bahwa pada APBD 2016 sudah dianggarkan. Jumlahnya Rp 1,8 miliar. Namun tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh pemkab.

"Anggaran tersebut tidak di manfaatkan secara maksimal oleh Pemerintah secara legalitas DPRD sudah menyetujui tp secara teknis tentu eksekutif melalui SKPD yg berwenang Diknas dan Bpkad," tulis Isnedi.

Diantara program unggulan Haris-Khafid adalah Merangin Pintar. Diantara programnya adalah pemberian beasiswa untuk anak Merangin yang mengambil mahasiswa S2 dan S3.

Namun belakangan terungkap jika program ini gagal total. Karena perjanjian kerjasama atau MoU antara Pemkab Merangin dan perguruan tinggi tentang beasiswa ini dibayarkan oleh pemkab.

Hal ini terungkap dari beberapa status di akun facebook mahasiswa penerima program beasiswa. Bahkan di grup facebook Merangin Care Institute, hal ini menjadi topik terhangat.

Seperti ditulis akun facebook Mardalena Len. Namanya termasuk dalam program beasiswa ini untuk jenjang pendidikan S3. Namjn akhirnya ia mesti keluar dana sendiri. Karena tak dicairkan oleh Pemkab Merangin.

"Sy sempat temui pak bup, dlm rangka mengantar undangan promosi doktor sekaligus menanyakan pencairan bantuan, krn keuangan hrs sgra diselesaikan, dlm pertemuan tsb beliau mengatakan "uangnya sdh disiapkan, tinggal teknis pencairan sj, Temui BPKAD utk proses pencairan," mengutip Mardalena dalam status akun facebooknya.

Mardalena mengatakan ia menemui BPKAD sesuai arahan bupati. Keterangan yang ia terima, program beasiswa itu ditolak DPRD saat paripurna. Padahal tak ada temuan pada saat pencairan pertama.

"Bhkan demi keamanan ekstra diubah model bantuan ke yg baru, mrk menjamin jg tidak akan ada temuan. Sy pribadi sgt menyanyangkan hal ini terjadi krn merugikan baik secara materil (sangat besar) maupun non materil," tulis Mardalena lagi.

Al Munip Ibnu Haqqy, salah seorang peserta program beasiswa, juga berkicau. Ia mengatakan tak ada pembayaran oleh pemkab.

"Kami dr awal jumlah 22, tinggal 12 orang untuk semester 2, untuk semester 3 sekarang tinggal 8 orang, yg di 8 orang pun mulai kocar kacir mikirin beasiswa yg tinggal janji, karena yg S3 be dak di cairkan lagi sebagian, Apo lg kami n kakak tingkat kami , tolong di fasilitasi supaya bisa mediasi di forum, biar yg lainnya bisa bicara Sampai Dimno , masalah n Solusinya," tulis Munip pula.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved