Sabtu, 11 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Virus Zika

Ramai-ramai Bantah Menkes soal Korban Virus Zika Berasal dari SAD

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek memastikan sudah ada korban yang terjangkit virus Zika.

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek memastikan sudah ada korban yang terjangkit virus Zika. Berdasarkan laporan yang ia terima, seorang yang terjangkit virus Zika berada di Jambi (dikutip dari tempo.co). Penderita Zika tersebut berasal dari suku Anak Dalam. Namun hal ini langsung mendapat bantahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi dan Warsi.

"Kebetulan. Jadi waktu itu melakukan penelitian untuk demam yang difokuskan dengue (demam berdarah). Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata ada virus Zika yang positif," kata Menkes Nila Moelek saat dipastikan, satu orang dari Suku Anak Dalam terkena Virus Zika, dua hari lalu di Istana Presiden Selasa (30/9).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Andi Pada, dikonfirmasi Tribun, Rabu (31/8) membantah adanya warga SAD yang terkena virus Zika.

"Sampai saat ini belum ada warga di Provinsi Jambi terkena Zika," kata Andi Pada.

Andi Pada mengaku, sebelumnya memang ada satu kasus virus Zika yang menyerang seorang warga Jambi pada 2015.

"Konfirmasi melalui laboratorium Eijkman tahun kemarin memang ada. itupun secara kebetulan," katanya.

Diterangkannya namun pada saat itu, hasil laboratorium tersebut justru tak diakui oleh kementerian kesehatan.

Ditambahkan Andi Pada, sampai saat ini belum ada informasi dari Dinas Kesehatan di tiap Kabupaten/kota mengenai warga yang terjangkit virus Zika.

"Kalau ada pasti konfirmasi ke saya. Tapi saat ini belum ada," katanya.

Tak hanya Dinas Kesehatan Provinsi Jambi yang membantah, Direktur Kelompok Konservasi Warsi, Rudi Syaf juga menyatakan tak ada SAD yang terjangkit virus zika.

"Sampai saat ini Warsi belum menerima laporan jika virus Zika diderita orang rimba (sebutan untuk SAD) dari kelompok yang kami dampingi," kata Rudi.

Rudi menjelaskan pada akhir 2015 Warsi bersama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dari Rumah Sakit Cipto meneliti Prevalensi Hepatitis B dan Malaria pada orang Rimba.

"Tapi dalam pelaksaan penelitian kita mengambil sampel darah orang rimba. Dalam sampel darah tersebut kita juga melihat jika ada penyakit lain walaupun riset mengkhususkan Hepatitis B dan Malaria," kata Rudi menjelaskan.

Hingga akhir penelitian pada Februari 2016 juga tak ada ditemukan virus Zika. Diakui Rudi saat itu juga ada tim lain yang melakukan penelitian dan menemukan satu orang terdampak virus Zika namun bukan orang rimba.

Diakui Rudi orang rimba rentan terhadap adanya virus Zika dengan standar kesehatan rendah dan pelayanan kesehatan dari pemerintah tidak ada.

Saat ini catatan Warsi ada sekitar 3700 orang rimba dan didampingi yakni mereka yang ada di Taman Nasional Bukit 12 dan sepanjang jalan lintas sumatera.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved