Sambut Ramadan dengan Cara Beradat

Anda Muslim? Tentu tadi menyimak isi khutbah yang disampaikan oleh Ustadz. Semoga ibadah salat Jumat kita semua diberkahi. Aamiin.

Editor: esotribun

Dengan Allah SWT mestinya kita harus malu. Kenapa tidak? Karena banyak ni'mat Allah yang gak bisa kita hitung telah diberikan-Nya kepada kita. Kita bernafas dengan udara Allah, kita tidak bayar, kita melihat dengan mata, mendengar dengan telinga, berpikir dengan otak, merasa dengan hati, berjalan dengan kaki dan lain-lain sebagainya, tak bisa kita sebutkan di sini satu persatu, semuanya adalah pemberian Allah dan tidak kita bayar.

Apakah semua ini masih kita ingkari? "fabiaayi ala robbikuma tukazdzdiban, firman Allah dalam suroh ar- Rohman. "Ni'mat Tuhan yang macam mana lagi yang kamu dustakan itu? Maka hamba Allah yang sesungguhnya akan berkata; "sami'na wa atho'na" Kami dengar dan kami patuhi perintah Mu ya Allah. Dalam suroh Ali Imron 192, orang-orang beriman berkata: "Robbana ma kholaqta hazda bathilan subhanaka faqina azdaban nar." Tuhan kami, semua ini tidaklah Engkau jadikan sia-sia belaka, maha suci Engkau, peliharalah kami ya Allah dari azdab api neraka.

Perintah tentang ibadah puasa adalah "sam'atan wa tho'atan" artinya kita dengar perintahNya dan kita laksanakan perintah tersebut. Apa yang kita dengar, Firman Allah yang berbunyi sebagai berikut: "Ya ayyuha al-lazdina amanuu, kutiba 'alaikumu as-shiyamu, kama kutiba 'ala al-lazdina minqoblikum, la'allakum tattaqun."

Ayat ini isinya mewajibkan kita melaksanakan puasa di bulan romadhan sebulan penuh. Lalu apa pula yang kita ta'ati? Yang kita ta'ati adalah perintah Allah supaya kita melaksanakan ibadah puasa, dan paket-paket ibadah yang mengiringi bulan romadhon seperti; membangun budaya rajin sholat ke masjid dan musholla, memperbanyak sedekah, mendarus al-Qur'an, melambatkan makan sahur dan mensegerakan berbuka jika waktunya telah tiba, melaksanakan sholat tarwih dan sholat-sholat sunat lainnya, i'tikaf di masjid, memperbanyak zikir, tahlil, tasbih tahmid dan do'a-do'a untuk kita, untuk orang-orang yang kita cintai termasuk lah bagi orang-orang yang kita cintai yang mereka itu sudah lebih dahulu diipanggil menghadap Allah SWT.

Semua petunjuk yang mewajibkan ibadah puasa dan ibadah-ibadah sunat lainnya yang mengiringi ibadah puasa tersebut perlulah untuk kita dengar dan kita ta'ati, baik petunjuk yang datang dari Qur'an sendiri, maupun yang datang dari Hadits Nabi dan penjelasan-penjelasan tambahan dari para ulama, itulah yang dimaksud dalam ungkapan: "sam'atan wa tho'atan" bagi para hamba Allah yang beriman.

Demikian pula kita tinggalkan semua larangan yang membuat ibadah puasa kita batal, atau membuat pahala ibadah puasa kita hilang dan kehilangan maknanya, sehingga rasa puasa yang kita dapatkan hanyalah tinggal lapar dan dahaganya saja, sehingga ibadah puasa kita hanya sia-sia saja.

Nabi Muhammad saw sanking sayangnya dengan ummatnya, kita diperingatkannya dalam sebuah Hadits yang berbunyi: "Kam min shoimin laysa lahu min shiyamihi ill al-ju'i wal 'athos." Berapa banyak orang yang berpuasa itu, tidak lebih dari harga puasanya melainkan lapar dan dahaganya saja. Malu donk kita, jika ibadah puasa kita persis sama seperti yang disebutkan dalam Hadits Nabi kita tersebut.

Dalam Hadits lain, Nabi juga telah mengingatkan kita dalam sebuah sabdanya; "alhaya'u min al-iman", punya rasa malu itu adalah juga bagian yang tak terpisahkan dari iman. Artinya, bagi prang-orang yang tidak punya rasa malu, sesungguhnya mereka itu pastilah telah kehilangan kesempurnaan dari iman tersebut.
Kaum Muslimin Rohimakumulloh.

Jika romadhon 1437 H kita lakukan dengan prinsip "sam'atan wa tho'atan" maka kita akan menjadi manusia baru yang punya kesempurnaan iman dengan cita rasa yang baru pula. Manusia baru dengan iman yang sempurna dan cita rasa yag baru pula, tentu sangat diperlukan untuk kehidupan ini. Kita akan turut berperan serta mendukung pembangunan negeri sebagaimana yang dimotori oleh pemerintah kita.

Sekarang ini kita lihat, dan perlu jugalah kita appresiasi bagaimana pemerintah kota Jambi sedang giat-giatnya untuk membangun dan mempercantik kota Jambi ini, sehingga dalm waktunya nanti, kota Jambi bisa menjadi kebanggaan masyarakat Jambi, tidak hanya kebanggaan untuk provinsi Jambi tapi juga kebanggaan nasional, bahkan juga untuk internasional karena kita saat ini telah berada si era Masyarakat Ekonomi Asia.

Paling tidak, jika kita belum bisa sependapat dengan kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Kota, setidaknya kita bisa mengambil sikap bersabar, "wait and see" kita berikan kesempatan bagi pemimpin kota ini untuk membangun kota Jambi sesuai dengan visi dan misi pembangunan kota Jambi "bangkit".

Semoga pembangunan pisik kota Jambi, diikuti pula oleh peningkatan kesadaran masyarakat kota Jambi untuk meningkatkan kedisiplinan, seperti mematuhi rambu-rambu lalu lintas di jalan.

Di era reformasi ini, kita bisa saksikan, kedisiplinan masyarakat khususnya berlalu lintas semakin menurun, dan ini membuat kita-kita yang sadar ini menjadi kurang nyaman.

Di atas segalam keterbatasan yang masih ada, pada kesempatan ini, kita warga kota Jambi, mari lah kita juga semua untuk turut mengucapkan: Selamat ulang tahun kota Jambi yang ke 615 dan pemerintah kota Jambi yang ke 70. Dirgahayu Kota Jambi dan Pemerintah Kota Jambi ini telah diperingati pada hari ahad (minggu) lalu, 29 Mei 2016 di Aula Kantor DPRD Kota Jambi.

Semoga kota Jambi bisa lebih mendekat kepada konsep negeri yang al-Qur'an menyebutnya: "baldatun thoyyibatun wa Robbun Gofur."

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved