Erdogan Serukan Tolak Kontrasepsi, tak Sesuai dengan Nilai Islam

Pertumbuhan penduduk Turki bertambah pada tingkat sekitar 1,3% dalam beberapa tahun terakhir.

Editor: Nani Rachmaini
http://www.abc.net.au
Recep Tayyip Erdogan 

TRIBUNJAMBI.COM - Pertumbuhan penduduk Turki bertambah pada tingkat sekitar 1,3% dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendesak warga Muslim negaranya untuk menolak kontrasepsi dan memiliki lebih banyak anak.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung oleh televisi Turki, Erdogan mengatakan tidak satu keluarga Muslim pun yang seharusnya mempertimbangkan keluarga berencana (KB) dan seharusnya memperbanyak keturunannya.

"Secara tegas saya mengatakan, kita akan menambah keturunan kita, kita akan menambah generasi kita. Mereka membicarakan keluarga berencana, pengendalian kelahiran. Tidak satu keluarga Muslim pun dapat memiliki pendekatan ini. Kita akan mengikuti jalur dan perintah Allah serta Nabi yang kita cintai," kata Erdogan.

Dia mengatakan adalah tanggung jawab kaum ibu untuk memastikan terus berlanjutnya pertumbuhan penduduk Turki, yang bertambah pada tingkat sekitar 1,3% dalam beberapa tahun terakhir.

Kelompok hak wanita mengecam presiden Turki di masa lalu karena menyamakan pengendalian kelahiran dengan pengkhianatan dan menafikan persamaan jenis kelamin.

Menurut kantor statistik populasi Turki meningkat menjadi 78,741 juta tahun lalu, sementara pada tahun 2000 jumlahnya kurang dari 68 juta orang.
Sumber: BBC Indonesia    

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved