Hijab Corner

GALERI FOTO: Gak Mungkin Menunggu, Karena Hati Selalu Saja Ada Kurangnya

DIRA masih ingat betul keputusannya berhijab pada September 2014 lalu, bukanlah hal yang sulit.

GALERI FOTO: Gak Mungkin Menunggu, Karena Hati Selalu Saja Ada Kurangnya
TRIBUN JAMBI/ALDINO

TRIBUNJAMBI.COM - DIRA masih ingat betul keputusannya berhijab pada September 2014 lalu, bukanlah hal yang sulit. Dimulai saat pelaksanaan ospek di kampusnya Universitas Batanghari.

"Sebenarnya awalnya cuma pingin hijab waktu ospek aja karena kebanyakan mikir juga sih takutnya kelakuan masih belum bisa imbangi jilbabnya," ujar mahasiswi Fakultas Ekonomi ini.

Namun entah kenapa, usai pelaksanaan ospek, perempuan yang mengambil studi jurusan manajemen ini berubah pikiran. Ia merasa tidak perlu menunggu lama untuk segera mengenakan hijab.

"Kayaknya kalau menunggu hati gak bakal bisa hijab-hijab juga karena hati mah ada saja kurangnya. Ya sudah deh mikir aja plus disarani sama keluarga dan teman kalau pake hijab dulu, Insyaallah hatinya lama kelamaan ngikut," ungkapnya.

Ternyata apa yang dikatakan oleh orang-orang terdekatnya itu benar. Anak tunggal pasangan suami istri Sutikno dan Asnimar ini merasa keputusannya untuk berhijab sudahlah tepat.

"Hijab secara gak langsung membuat kita jadi ngebatasi apa hal-hal yang pantas dilakuin sama wanita berhijab dan enggak. Secara gak langsung langsung perlahan hati ikut ke arah yang lebih baik," ungkapnya.

Lantas, adakah pantangan yang diterapkan Dira dalam berbusana muslim. Tentu, penyuka dunia seni ini menegaskan segala sesuatu harus ada aturan mainnya.

"Paling gak pakai baju atau hijab yang terlalu tipis atau terawang, trus kalo atasannya terlalu pendek dipakein outer buat nutupin. No legging, sama jilbabnya yang gak pendek-pendek banget. Gitu-gitu aja sih," tandasnya.

Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved