Inspirasi, Si Pengumpul Data Si Peraup Untung

Kesadaran instansi bisnis dan pemerintah akan pentingnya data membuat perusahaan kebanjiran proyek.

Editor: Duanto AS

DI era informasi, data bisa jadi emas. Setiap detail data punya nilai jual yang tinggi. Data juga pegang peranan penting bagi sejumlah orang untuk mengambil sikap dan menentukan langkah.

Ambil contoh, dalam setiap kunjungan kerja presiden ke daerah, ada orang-orang di belakang layar yang bekerja ekstra keras agar pidato presiden berisi informasi aktual terkait isu lokal yang sedang berkembang.

Perusahaan komersil pun perlu data dan informasi agar mereka tak salah dalam menentukan langkah dalam ekspansi bisnis. Kesadaran instansi bisnis dan pemerintah akan pentingnya data membuat perusahaan seperti Awesometrics kebanjiran proyek.

Setidaknya, bulan ini Awesometrics tengah menggarap 20 klien. Proyek dari tiap klien bervariasi, rata-rata lebih dari satu proyek. “Sekarang orang sudah mulai sadar akan pentingnya data, tapi tidak semua bisa mengolah data yang berhasil mereka himpun,” kata Tomi Satryatomo, Direktur PT Prima Rancang Buana, payung perusahaan Awesometrics.

Apalagi, lanjut Tomi, belakangan perusahaan komersil dan lembaga pemerintah sangat memperhitungkan kicauan masyarakat di media sosial dan pemberitaan di media massa daring. Mereka yang menjadi klien Awesometrics memiliki kebutuhan untuk menjaga reputasi dan persepsi masyarakat tentang produk atau layanan mereka.

Bukan hanya perusahaan komersil, lembaga pemerintah pun banyak menggunakan jasa Awesometrics dalam memetakan persepsi masyarakat tentang lewat pemberitaan media massa.

Ada dua jenis layanan di Awesometrics. Pertama, media monitoring. Kedua, data analisis. Jasa media monitoring hanya memantau berita di media online dan cetak, termasuk mencari tahu persepsi masyarakat.

Layanan dasar ini dibanderol Rp 10 juta. “Ini baru layanan dasar. Kami perlu tahu kebutuhan dan goal dari klien untuk bisa mengatur budget karena data bersifat dinamis,” kata Wahyu Saputra, Manajer Operasional Awesometrics.

Biaya itu bisa bertambah jika kebutuhan klien lebih sekadar media monitoring. Analisis data membutuhkan sumber daya manusia sebagai peracik informasi dan data yang masuk lewat mesin penghimpun data. “Ibaratnya, analis kami itu chef yang meramu informasi dan data yang masuk,” kata Tomi.

Hasil analisis memberikan masukan kepada klien tentang solusi yang harus dilakukan agar tujuan dan target mereka tercapai. Tak sedikit klien datang atas limpahan dari perusahaan public relations.
Ke depan, kata Tomi, masih banyak yang bisa digarap dari bisnis ini. Sebab, kebutuhan orang akan data dan informasi akan terus bertumbuh.

Meski enggan menyebut omzet, secara nilai, klien instansi pemerintah lebih banyak memberikan kontribusi. Hanya secara jumlah klien pemerintah masih jauh lebih sedikit daripada klien korporasi.

Hal ini terjadi karena kebutuhan klien pemerintah lebih spesifik dan customized. Sedangkan kebutuhan klien korporasi komersil bersifat lebih umum. “Ya, porsinya 60% klien korporasi komersil, tapi kalau dari sisi nilai, kontribusi pemerintah lebih banyak daripada swasta,” jelas Tomi.

Modal besar dan perlu tenaga ahli

Ismail Fahmi, Chief of Technology dan co-founder Awesometrics, sengaja mendesain mesin agar mampu menangkap informasi dalam jumlah yang besar. Setidaknya ada puluhan ribu informasi yang masuk dalam setiap jam dari 200 media massa online.

“Sistem ini bekerja 24 jam dalam sehari dan near real time, belum bisa disebut real time karena mereka baru akan menghimpun satu jam setelah informasi tersebar di media online,” kata Ismail.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved