Peneliti Dapati Bayangan Terpendek di Candi Muaro Jambi
Sabtu (19/3) pukul 11.00. Sengatan matahari terasa panas. Tapi, siapa peduli. Justru sejumlah peneliti
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Fifi Suryani
Catatan ini mengundang para peneliti lintas disiplin mulai dari arkeologi hingga astronomi. Pertanyaan demi pertanyaan soal lokasi Shihlifoshih yang merupakan tempatnya tinggal saat Sriwijaya masih berkuasa dulunya.
Profesor Suhardja D Wiramiharja dari ITB setelah keluar dari kompleks Candi Kedaton berujar, penelitian bertujuan untuk mengonfirmasi bahwa memang saat Maret ini letak matahari di atas kepala kita dan menghasilkan bayangan paling minimum.
“Paling pendek dan untuk tahun ini bayangan yang 0 (nol) untuk Muarajambi adalah 16 Maret lalu,” katanya.
Lantas apakah yang mereka lakukan menjawab lokasi Shihlifoshih yang disebut I-Tsing? “Sudah terbukti bahwa Shihlifoshih itu di Candi Muarajambi,” kata Profesor Suhardja D Wiramiharja.
Tapi memang, dugaan lokasi Shihlifoshih ada di tiga tempat. Selain percandian Muarajambi, Candi Muara takus di Riau dan Bukit Siguntang di Palembang. Demikian dikutip dari (NGI). Karenanya, kiranya perlu pula dilakukan kembali pengujian di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20032016_bayangan2_20160320_180521.jpg)