Razia Balapan Liar
Bonceng Tiga Saat Naik Motor, Siswi SMK Ini Ditinggal Kawan Saat Ada Razia
Siswi kelas dua SMK ini ditinggal kabur dua temannya saat razia berlangsung.
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Tak hanya merazia Pulau Pandan, jajaran Polresta Jambi dengan menerjunkan 341 personel juga melakukan penertiban pada aktivitas balap liar di kawasan kantor Gubernur Jambi, Kecamatan Telanaipura pada Minggu (17/1/2016) dini hari tadi.
Kehadiran ratusan personel di kawasan kantor Gubernur Jambi pada minggu dinihari cukup membuat para pembalap liar yang didominasi remaja usia bawah umur ketar-ketir.
Kekalutan ini juga dirasakan P, remaja putri siswi SMK swasta di Kota Jambi yang turut diamankan.
Siswi kelas dua SMK ini ditinggal kabur dua temannya saat razia berlangsung.
Saat itu, kata P ia dan dua rekannya tengah berboncengan tiga, baru saja pulang dari acara ulang tahun temannya.
Karena panik, dua temannya kabur meninggalkan sepeda motor. Sementara ia berhasil ditangkap saat akan kabur.
"Ini motor kawan bukan motor aku, mereka kabur aku cuma dibonceng pak," katanya saat ditanya polisi.
Saat dibincangi, putri yang mengaku anak guru sekolah ini terjaring saat melintas hendak pulang menuju rumahnya di Pasir Putih.
"Kami baru nak balek, mamak kami dak tau nomor kami. Dio jarang hubungi," katanya.
Ia pun hanya pasrah dini hari tadi saat petugas mengangkat sepeda motor yang dikendarainya menuju polresta Jambi.
"Kami baru ini lah balek malam karena ada acara, di tempat kawan," katanya.
Sebanyak 41 sepeda motor ditilang dan diangkut aparat Polresta Jambi dalam razia tersebut.
Razia dipimpin langsung Wakapolresta Jambi, AKBP M Yudha Setyabudi. Razia digelar dalam rangka cipta kondisi untuk menekan aksi balap liar yang selama ini dianggap meresahkan pengguna jalan yang melintas di kawasan Kantor Gubernur Jambi. (*)