Tiga Polisi Terancam Jerat Tindak Pidana Pencucian Uang

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim akan memberi petunjuk penambahan tersangka kepada penyidik

Tiga Polisi Terancam Jerat Tindak Pidana Pencucian Uang
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Para tersangka kasus pembunuhan aktifis petani Lumajang dipindah ke Polda Jatim 

TRIBUNJAMBI.COM, SURABAYA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim akan memberi petunjuk penambahan tersangka kepada penyidik kepolisian jika ada oknum polisi yang terlibat menerima setoran pungli dari tambang liar di Lumajang, yang menewaskan Salim Kancil.

"Apabila di berkas kasus pengeroyokan/pembunuhan Salim Kancil-Tosan atau tambang ilegal di berkas ada indikasi oknum terlibat, jaksa akan memberi petunjuk agar memproses oknum kepolisian jika diduga terlibat," ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim, Elvis Johnny, Minggu (8/11/2015).

Namun Elvis mengaku, jaksa hanya memberi petunjuk penambahan tersangka berdasarkan berkas yang diterima. Di luar berkas, itu sudah masuk kewenangan kepolisian.

"Prinsipnya jaksa berpedoman pada berkas yang diterima dari kepolisian," paparnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim Romy Arizyanto, mengatakan untuk kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Kades Selok Awar awar, Lumajang, Hariyono kabarnya ditangani Polda dan akan dilimpahkan ke Kejati Jatim.

"Tapi saya belum tahu apakah kejati sudah terima SPDP atau belum," paparnya.

Apakah kejaksaan juga menerima SPDP tiga oknum polisi yang sudah disanksi kode etik? Romy mengaku kejaksaan belum menerima SPDP tiga oknum polisi itu.

Tidak dilayangkannya SPDP diperkirakan, kepolisian tidak memproses oknum polisi yang melakukan pungli tambang itu secara pidana.

Kasus tewasnya Salim Kancil sampai saat ini sudah 12 berkas kasus pengeroyokan/pembunuhan yang diterima Kejari Lumajang dari penyidik kepolisian setempat.

Empat berkas dikembalikan ke penyidik karena belum lengkap, 8 berkas masih dipelajari.

Halaman
12
Editor: fifi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved