Neraca Pembayaran Bisa Surplus

Setelah mencatatkan defisit US$ 2,93 miliar pada kuartal II-2015, Bank Indonesia (BI) optimistis

Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/JOKO SULISTYO

Tapi dengan proyeksi terbaru tentang NPI, nilai tukar rupiah diperkirakan sedikit menguat.

Adapun posisi utang luar negeri (ULN) korporasi hingga Agustus sebesar US$ 169,26 juta, turun dibandingkan dengan posisi Juni 2015 sebesar US$ 169,44 juta.

Awasi cadangan devisa

Berbeda dengan prediksi BI, Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih yang melihat neraca pembayaran pada kuartal III masih akan mencatatkan defisit.

Hal tersebut tampak pada penurunan cadangan devisa yang cukup tajam selama Juli-September 2015.

Posisi cadangan devisa hingga akhir September 2015 sebesar US$ 101,7 miliar, susut US$ 6,3 miliar dibanding kan dengan posisi cadangan devisa akhir Juni lalu sebesar US$ 108 miliar.

Penurunan tersebut lebih besar dibandingkan penurunan cadangan devisa periode Maret hingga Juni lalu sebesar US$ 3,6 miliar.

"Penurunan cadangan devisa yang cukup besar mencerminkan besarnya arus keluar di portofolio sehingga investasi portofolio saya kira masih negatif," kata Lana.

Sementara itu, investasi lainnya diproyeksikan Lana juga menurun. Hal ini tampak pada posisi ULN korporasi Agustus yang menurun dibandingkan bulan Juli dan Juni.

Sedangkan FDI, juga diproyeksikan belum ada peningkatan signifikan, apalagi dampak paket kebijakan baru terasa di jangka panjang.

Oleh karena itu menurut Lana, neraca modal dan finansial masih akan mencatatkan posisi negatif atau defisit.

Sementara neraca transaksi berjalan juga mencatatkan defisit sehingga NPI juga defisit.

NPI negatif terjadi akibat cadangan devisa turun.

Penurunan itu imbas upaya BI menstabilkan rupiah.

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved