Neraca Pembayaran Bisa Surplus

Setelah mencatatkan defisit US$ 2,93 miliar pada kuartal II-2015, Bank Indonesia (BI) optimistis

Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/JOKO SULISTYO

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Setelah mencatatkan defisit US$ 2,93 miliar pada kuartal II-2015, Bank Indonesia (BI) optimistis neraca pembayaran Indonesia (NPI) kuartal III-2015 bisa surplus.

Perbaikan defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) menjadi penopang utama.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menyatakan, fundamental ekonomi mulai mengalami perbaikan pada kuartal III.

Hal itu juga akan memperbaiki CAD dan akan berimbas pada perbaikan neraca modal.

"Jadi kalau current account membaik maka neraca modal juga akan membaik," kata Mirza, akhir pekan lalu.

BI pun sudah meyakini CAD kuartal III membaik ke 1,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit tersebut lebih sempit ketimbang CAD kuartal II-2015 sebesar US$ 4,5 miliar atau 2,1% dari PDB.

Sementara itu, defisit tersebut juga lebih baik dibandingkan dengan kuartal III 2014 sebesar US$ 6,84 miliar atau 3,07% dari PDB.

Perbaikan CAD tersebut ditopang dari surplus neraca perdagangan selama Juli hingga September 2015.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Juli US$ 1,33 miliar, Agustus US$ 433,8 juta dan September US$ 1,02 miliar.

Dengan demikian, total surplus triwulan ketiga mencapai US$ 2,78 miliar.

Dengan perbaikan CAD tersebut, lanjut Mirza, maka investasi di portofolio juga akan membaik karena adanya arus masuk (inflow) di portofolio.

Sementara itu, perbaikan investasi asing langsung atawa foreign direct investment (FDI) juga akan membaik seiring dengan adanya paket-paket ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah.

Meski demikian, dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Juda Agung mengatakan, selama September 2015 saja terjadi net outflow sebesar US$ 540 juta.

Hal tersebut menyebabkan nilai tukar rupiah terjerembab ke kisaran Rp 14.081-Rp 14.657 per dollar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved