Kuliner
Rela Antre Demi Semangkuk Mi Ayam Spesial
TRIBUN menyempatkan diri mampir ke tempat praktik dokter Hengky Idradjaja, di daerah Kasang Dalam, Kota Jambi.
Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - TRIBUN menyempatkan diri mampir ke tempat praktik dokter Hengky Idradjaja, di daerah Kasang Dalam, Kota Jambi. Tempatnya cukup mudah dijangkau karena ada di tepi jalan utama Kasang Dalam. Namun saya datang bukan untuk berobat, melainkan jelajah kuliner.
Persis di halaman rumah tempat dokter Hengky praktik, kantin Remba dibangun. Sejak dibuka pada 2010 lalu, kantin berukuran 4x6 meter ini bisa dibilang tidak pernah sepi pengunjung.
Bakat orangtua sebagai pengusaha kuliner sepertinya turun pada diri sang pemilik Kantin Remba, Hendrikus. Ia begitu telaten mengolah bahan panganan menjadi menu-menu lezat yang siap disantap. Dan yang menarik, dia selalu memiki ciri tersendiri yang membuat masakannya berbeda dengan kebanyakan penyaji kuliner di Jambi.
Menu yang terkenal enak di kantin Remba adalah, Mie Ayam Pangsit, Udang Saus Bedok dan juga Kwetiau Goreng. Tidak heran bila banyak orang rela menunggu hanya untuk menikmati tiga menu ini.
Tiga jam duduk di kantin Remba, banyak pelanggan yang memesan mie ayam pangsit. Kata Hendri, mie ayam pangsit jadi pesanan favorit setiap harinya. "Kata orang-orang mie ayamnya enak."
Sekilas mie ayam Hendri tidak jauh beda dengan mie ayam kebanyakan, hanya ukuran mie yang lebih kecil dan penyajiannya yang sedikit berbeda. Hendri selalu memisahkan antara mie, kuah dan pangsit.
Bila dirasakan, kelezatan mie ayam Hendri ada pada tekstur mie yang kenyal, berpadu lembutnya potongan daging ayam yang gurih. Perpaduan ini akan terasa lebih nikmat saat keduanya Anda siram dengan kuah hangat yang disajikan.

"Mienya kita buat sendiri, tanpa bahan pengawet dan yang pasti 100 persen halal," katanya.
Saking banyaknya yang suka, setiap hari Hendri harus membuat 6-15 kilogram adonan tepung hanya untuk menghidangkan 120 porsi mie ayam.
Tidak kalah enak, menu Udang Saus Bedok juga banyak diminati pelanggan. Meski nama menunya udang saus bedok, namun dalam penyajiannya Hendri menambahkan potongan daging ayam serta tulang dada.
Selain rasa pedas, asam, manis, dan campuran tulang ayam yang tidak umum ini justru membuat para pelanggannya ketagihan. "Kata orang yang suka pesan, kalau ada tulang ayamnya itu lebih enak, bisa diisep gitu," tutur Hendri.
Singgah di kantin Remba, usahakan Anda bisa mencicipi kwetiau goreng. Sebab ada rasanya yang unik yang mungkin baru Anda temui pada kwetiau buatan Hendri ini.
Meski diolah dengan cara digoreng, tetapi aroma dan rasa kwetiau yang dihasilkan justru lebih mirip di-grill (dipanggang). Di ujung mie kwetiau terlihat sedikit hitam dan ada aroma gosong.
"Pas kwetiaunya mau masak, sengaja apinya digedein, makanya rasanya kayak ada yang gosong gitu."
Namun itulah yang sebenarnya menjadi penikmat kwetiau buatan Hendri. Pedas, manis, kombinasi dengan rasa mie dipanggang.
