Hari Raya Kurban
Manusia sudah Tidak Bersahabat dengan Alam
Diantara khotbah Salat Ied yang Tribun telusuri ada yang membahas kurban saja dan sejarahnya
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jaka, Jaka HB
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Diantara khotbah Salat Ied yang Tribun telusuri ada yang membahas kurban saja dan sejarahnya ada pula yang membahas konteks asap yang menyelimuti Jambi dan Kurban. Seperti ceramah Ustad Drs H Lahmudin di lapangan Kantor Walikota Jambi, pada Kamis (24/9).
Kabut asap ini menurutnya akibat dari kerusakan yang dilakukan oleh anak-anak dimanusia. "Kita tidak bersahabat dengan alam. Oleh sebab itu, kita harus mengintropeksi diri," ungkapnya.
Terkait dengan bencana apakah ini azab atau ujian dari Allah SWT. Jika ini azab, maka dosa kita sudah terlalu besar, seperti yang dialami oleh kaum-kaum di zaman nabi. Atau ini ujian. Ujian hanya diberikan allah kepada orang-orang yang berimana.
"Kesulitan hidup nabi mendekatkan diri kepada allah, maka layak kita belajar ditengah musibah yang menimpa kita. Di tengah musibah kita bisa belajar, seperti yang dialami oleh para nabi. Dimana, ketika Nabi Ibrahim mendapatkan ujian, ia tetap tabah dan menjalankan perintah Allah swt," ungkapnya.
Namun dibalik itu semua. Pengalaman spiritual para nabi menurutnya dapat kita terapkan dalam kehidupan kita. Penyembelihan kurban ada filosofi ketakwaan. Setiap orang yang beristighfar dalam bencana akan diberikan kemudahan.