Sri Histeris Sambil Gendong Putranya ke RS, Nyawanya tak Bisa Diselamatkan
Sri (35) berlari dengan raut wajah panik menuju IRD RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (9/9/2015) siang, sekitar pukul 12.00 Wita.
TRIBUNJAMBI.COM, DENPASAR - Sri (35) berlari dengan raut wajah panik menuju IRD RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (9/9/2015) siang, sekitar pukul 12.00 Wita.
Ia menangis histeris sembari menggendong putranya, Adi Nugraha (2) yang tampak basah kuyup dan tidak sadarkan diri.
"Tolong anak saya dok, tolong, adi dia tenggelam dok," histeris Sri saat memasuki ruang IRD RSUP Sanglah.
Setidaknya empat dokter dengan sigap mengambil tindakan medis menolong balita laki-laki yang ketika itu sekujur tubuhnya sudah tampak membiru.
Alat yang terdiri dari beberapa kabel pun dipasang di tubuh Adi untuk memastikan kondisinya.
Kondisi IRD terlihat genting saat itu sehingga menarik perhatian pengunjung lainnya.
Tak lama berselang, dokter memastikan Adi sudah tidak bernafas lagi. Bersamaan dengan itu, Sri yang terus menangis histeris langsung lemas dan pingsan. Suasana haru sangat terasa saat itu.
Bergantian kerabat korban berdatangan ke IRD RSUP Sanglah dan semuanya menangis histeris melihat kondisi salah satu kerabat mereka terbujur kaku di brandcard RSUP Sanglah.
"Dia itu anak periang mas, sedang lucu-lucunya. Entah mengapa musibah seperti itu terjadi pada dia. Bocah lucu itu sudah pergi untuk selamanya," ujar Somad, salah satu kerabat dari Sri.
Sri, yang sempat lemas dan pingsan saat itu, terlihat sangat shock. Tak sepatah kata pun ia ucapkan, kecuali terus menangis.
Suami Sri dan putra sulungnya yang tiba menyusul pun hanya bisa menangis dan terpukul atas kepergian salah satu anggota keluarga mereka.
Somad menceritakan, naas tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 Wita di kediaman Sri di Kampung Jawa, Kepaon, Denpasar.
Adi Nugraha yang sedang bermain di sekitar kolam tidak dipantau oleh ibunya yang ketika itu sedang mandi.
Saat kejadian, kondisi rumah memang sedang sepi, hanya ada Sri dan Adi, putra bungsunya. Ayah Adi, ketika kejadian sedang kerja di bengkel, sedangkan kakak kandung Adi sedang kuliah.
"Saat kejadian, Sri sedang mandi di belakang, sedangkan putranya (Adi) bermain di sekitar kolam ikan hias yang berada di sekitar teras depan rumah. Tidak ada yang mengawasi," terang Somad.