Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Wow, Kertas Tradisional Jepang Ini Bisa Untuk Hiasan di Rumah

"Satu set washi deco dengan motif seperti bintang salju dijual tiga buah dengan harga 864 yen," kata gadis Jepang ini.

Editor: Nani Rachmaini
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Wakana Sugimoto, artis kertas tradisional Jepang, Washi 

TRIBUNJAMBI.COM, TOKYO - Kertas buatan tangan (handmade) tradisional Jepang "Washi" yang telah dilakukan sejak sekitar 1300 tahun lalu, ternyata bisa dipakai praktis untuk penggunaan penambah kecantikan interior ruangan rumah, misalnya hiasan di dinding kaca.

"Washi yang telah jadi bentuk tertentu, disebut washi deco, bisa digunakan untuk berbagai dekorasi di dalam rumah, pada kaca dan sebagainya. Washi tersebut ditempel dengan mudah hanya menggunakan semprotan air biasa saja, maka akan menempel sendiri kuat ada kaca rumah kita membentuk hiasan sendiri," kata Wakana Sugimoto, artis kertas tradisional Jepang "Washi", khusus kepada Tribunnews.com, Jumat (4/9/2015).

Menurut Sugimoto yang telah sedikitnya 10 tahun bergelut di bidang washi tersebut, kertas tradisional Jepang ini memang sangat pas untuk menghias ruangan rumah. Tak heran orang Amerika dan Eropa banyak membeli washi deco tersebut.

"Satu set washi deco dengan motif seperti bintang salju dijual tiga buah dengan harga 864 yen," kata gadis Jepang ini.

Pada pembuatan motif tersebut, satu panel cetakan biasanya berisi 45 washi deco gambar bintang salju itu. Sedangkan setiap hari para perajin washi bisa memproduksi sekitar 30 panel cetak.

"Dibandingkan penjualan di dalam negeri, saat ini justru sangat banyak, lebih dari 50 persen justru banyak terjual ke luar negeri seperti Amerika dan Eropa," tambah gadis cantik yang sekitar 10 tahun lalu pernah ke Ubud Bali juga dalam rangka mempelajari washi juga dari seorang Jepang yang ada di Bali.

Lebih dari 100 macam motif dibuat para artis washi di Kota Kamino Perfektur Gifu Jepang saat ini dan pemasaran ke luar negeri sangat besar permintaan saat ini khususnya Eropa dan Amerika.

"Kalau Tiongkok atau negara lain masih sangat sedikit. Mungkin karena harganya tidak murah," tambahnya lagi.

Pembuatan washi sejak 7 tahun lalu ternyata telah dilakukan Sugimoto bersama dua temannya dengan teknologi baru, khususnya pada screen pembentukan kertas washi yang mereka kembangkan dan temukan teknologinya tersebut.

Sayang sekali model screen pembentuk washi hasil temuan mereka itu tak boleh difoto.

"Maaf penemuan itu kita lakukan sejak tujuh tahun lalu dan memang tak boleh difoto demi kerahasiaannya. Tetapi bisa dilihat sendiri," tambahnya.

Tribunnews.com yang melihat hasil temuan teknologi barunya itu dengan screeen warna hijau dan tampak menggunakan filter dengan bahan khusus dan serapan tertentu sehingga dapat membentuk washi dengan bentuk motif yang telah ditentukan dengan mudah dan cepat.

"Warna hijau kurang begitu terkait dengan teknologi yang kami ciptakan, bisa saja warna lain," katanya.

Namun yang jelas dengan temuannya tersebut mereka bisa membuat produk dengan lebih mudah, lebih cepat dan lebih berkualitas, hanya menggunakan filter screen khusus.

Jika kita ke Perfektur Gifu direkomendasikan ke Kota Mino yang memang cukup menarik untuk produksi kertas washi tersebut, sekaligus dapat ikut serta latihan membuat washi dengan biaya hanya 500 yen per orang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved