Kebakaran Hutan

136 Titik Api, Riau Bakal Kembali ‘Ekspor' Asap

Tiap tahun diributkan dan dicerca negara tetangga. Namun kabut asap akibat kebakaran hutan

Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/RONY MUHARMAN

TRIBUNJAMBI.COM, PEKANBARU - Tiap tahun diributkan dan dicerca negara tetangga. Namun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, terus berulang di Provinsi Riau. Setiap musim kemarau, api mulai melahap hutan dan lahan di provinsi kaya gambut ini.

Dalam sepekan terakhir, titik api di Riau terus bertambah dan menyebar di 10 kabupaten kota di Riau. Jumat lalu, titik api sudah menyebar di 136 titik. Ini titik api terbanyak selama tahun 2015.

Akibatnya, dalam sepekan terakhir sebagian wilayah Riau sudah disekap kabut asap. Tak hanya mengganggu warga Riau, kabut asap berpotensi pula kembali menuai protes negara-negara tetangga.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mengingatkan, jika tak segera diatasi, kebakaran hutan dan lahan Riau berpotensi kembali mengirim kabut asap ke negara sebelah.

"Potensinya sangat ada, mengingat jumlah titik api terus meningkat sementara arah angin terus berhembus dari tenggara ke barat," kata Sugarin, Kepala BMKG Pekanbaru, kepada Antara di Pekanbaru, Sabtu (11/9)

Dengan kondisi seperti ini, demikian Sugarin, ia meminta kepada seluruh pihak agar saling bahu membahu menekan angka kebakaran.

Sugarin menandaskan, kebakaran hutan dan lahan di Riau bukan bencana alam, melainkan ulah manusia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Edwar, menjelaskan pihaknya telah bekerja sama dengan BNPB guna melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sejak pertengahan Juni 2015 hingga sekarang.

Namun upaya mereka memadamkan titik-titik api terkendaa. salah satunya karena kesulitan memperoleg sumber air untuk memadamkan kebakaran tersebut.

Ketua Komite II DPD RI Parulian Purba mengatakan, pihaknya telah mendatangkan dua unit helikopter water bombing guna memadamkan ratusan titik api yang tersebar di 10 kabupaten kota Riau.

Selain difungsikan untuk memadamkan titik-titik api di Riau, menurut Parulian, helicopter tersebut juga disiagakan untuk menanggulangi kebakaran di provinsi tetangga, seperti Jambi dan Sumatera Selatan.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved