Kebakaran Lahan

Kerugian Akibat Kebakaran Lahan Gambut Tanjabtim Capai 17,69 T

Rabu (11/3) Komunitas Konservasi Indonesia Warsi bersama Laboratorium kebakaran hutan dan lahan Institut Pertanian Bogor

Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Rabu (11/3) Komunitas Konservasi Indonesia Warsi bersama Laboratorium kebakaran hutan dan lahan Institut Pertanian

Bogor mengadakan konferensi pers terkait evaluasi kerugian ekonomi kebakaran lahan gambut dan mineral. Dalam penghitungan kerugian per
hektar ada pembagian berdasarkan pola penggunaan lahan.

Total kerugian dari kebakaran gambut di Tanjabtim ada 17,69  triliun dengan total luas lahan 217.345 ha dengan detail kerugian 81,645 juta
per hektar. Namun beda pola penggunaan berbeda pula jumlah kerugian yang ditemukan.

"Karena yang dihitung juga potensi tanaman, biota tanah, tata air dan sebagainya sehingga ada perbedaan jumlah kerugian jika berdasarkan
jenis pola penggunaan lahan," kata Basuki Wasis, peneliti dari Fakultas Kehutanan IPB.

Seperti untuk sawit rakyat sebesar 115,438 juta per hektar. Untuk hutan primer sebesar 69,707 juta per hektar, perkebunan (sawit) sebesar 69,707 juta per hektar, hutan sekunder 37,371 juta perhektar. Sedang untuk Hutan tanaman sebesar 19, 725 juta per hektar dan kebun rakyat sebesar 20,347 juta per hektar.

"Jika pada kebun rakyat kadang ada yang menanam sawit di pinggir sungai dan itu perhitungannya kerugian yang didapat sudah berbeda,"
ungkap Wasis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved